Home / Berita

Sabtu, 10 Juli 2021 - 06:02 WIB

Pontianak Ditetapkan PPKM Darurat, Seluruh Sektor Non Esensial Tutup

Viewer: 395
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 4 Detik

Mulai 12 hingga 20 Juli 2021

PONTIANAK KALBAR, KOMPAS NASIONAL.COM – Kota Pontianak ditetapkan dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sebagaimana hasil keputusan pemerintah pusat melalui video conference rapat koordinasi (rakor) terkait Evaluasi Implementasi PPKM Mikro Diperketat, Jumat (9/7/2021).

Di Provinsi Kalimantan Barat, selain Pontianak, Kota Singkawang juga termasuk dalam penerapan PPKM Darurat.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, PPKM Darurat akan diberlakukan terhitung mulai Senin (12/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021) mendatang.

Selama PPKM Darurat berlaku, seluruh aktivitas non esensial seperti pertokoan, mall dan pusat perbelanjaan tutup.

“Terkecuali yang esensial seperti rumah makan, dan itu pun tidak diperkenankan makan di tempat, melainkan harus dibawa pulang (take away),” ujarnya saat memantau pelaksanaan PPKM Ketat di kawasan perdagangan Jalan Nusa Indah III Pontianak, Jumat (9/7/2021) sore.

Sementara untuk apotek dan toko-toko yang menjual sembako serta pasar tradisional tetap diperkenankan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga  Kasdam XII/Tpr Pimpin Sidang Parade Cata PK TNI AD Gelombang II TA 2022 

Sedangkan bagi perkantoran non esensial diberlakukan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) 100 persen.

Untuk yang sifatnya esensial seperti perbankan dan kantor-kantor pemerintah serta TNI/Polri penerapan WFH sebanyak 50 persen dari jumlah karyawan yang ada.

“Untuk kantor swasta yang esensial melaksanakan WFH 50 persen tetapi yang tidak esensial kita minta 100 persen WFH,” terang Edi.

Demikian pula penyekatan akan dilakukan selama 24 jam. Penyekatan dilakukan pada jalan-jalan utama, baik yang masuk maupun keluar Kota Pontianak.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan mencegah kerumunan.

Satgas Covid-19 Kota Pontianak akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara terus-menerus.

“Mari kita sama-sama menjaga Kota Pontianak agar bisa keluar dari zona merah dan tingginya penularan Covid-19,” imbau Edi.

Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Leo Joko Triwibowo mengatakan dengan penerapan PPKM darurat di Kota Pontianak maka pihaknya akan melakukan penyekatan pada batas wilayah.

Baca Juga  SAMBUT HUT TNI KE – 77 KOREM 121/ABW GELAR SENAM BERSAMA

Masyarakat yang diperbolehkan melintas akan diseleksi seperti kendaraan pembawa sembako atau pekerja sektor esensial.

Namun apabila tidak masuk dalam kriteria maka akan diminta untuk kembali ke tempat asal.

“Pos penyekatan ada dua yakni di Batu Layang dan perbatasan Kabupaten Kubu Raya, untuk di Batu Layang akan kita seleksi prioritas karena banyak kendaraan berat di sana” terangnya.

Ia menambahkan dalam penyekatan petugas kepolisian akan menggunakan seragam lengkap.

Penyekatan akan dilakukan selama 24 jam di perbatasan Kota Pontianak dan wilayah sekitarnya.

Petugas juga diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan tugas.

“Tidak boleh sok-sokan karena merasa sudah divaksin Covid-19, lalu mengabaikan protokol kesehatan dan membahayakan diri sendiri,” pesannya.

Hasnan.s

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Perayaan Cap Go Meh di Padang Memukau Warga

Berita

Pangdam XII/Tpr Pimpin Taklimat Awal Wasrik Post Audit Itjenad TA. 2021*

Berita

Hari Jadi Kota Sintang Ke 660 anggota DPRD K. Kabupaten Sintang Welbertus berharap jadi ajang refleksi bagi Pemkab dalam membangun Kabupaten Sintang kedepan.

Berita

Keberhasilan 10 Tahun Kepemimpinan Tapsel Adalah Keberhasilan Kita Semua

Berita

Nelayan Temukan Puing Diduga Heli Polri yang Jatuh pada 2022 di Belitung

Berita

Panglima TNI Terima Penyerahan Jabatan Dankoopssus yang Baru

Berita

PAD Prov Kalbar Tahun 2021 Meningkat 16,40%

Berita

Menyingkapi Perubahan Harga BBM Kapolres Kubu Raya Melakukan Patroli di Polsek Wilayah Perairan dan Menyalurkan Bansos kepada Masyarakat terdampak