Home / Berita

Senin, 12 Agustus 2019 - 19:28 WIB

Menhan: Orang yang Ingin Mengganti Pancasila adalah Pengkhianat Bangsa

Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu memberi sambutan di silaturahmi purnawirawan TNI, Jakarta, Senin (29/7). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu memberi sambutan di silaturahmi purnawirawan TNI, Jakarta, Senin (29/7). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Viewer: 639
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menghadiri acara silaturahmi dan dialog tokoh bangsa dengan tema “Pancasila Perekat Kita, Satu Nusa Satu Bangsa”. Dalam acara ini juga dibacakan petisi Rekat Anak Bangsa.
Dalam sambutannya, Ryamizard menekankan pentingnya Pancasila sebagai ideologi yang menyatukan bangsa.
“Pancasila adalah perekat yang tidak bisa ditawar lagi. Kalau perekat dihancurkan, bangsa ini akan hancur juga. Dan ini tidak boleh terjadi. Kalau Pancasila di0tak-utik, bangsa ini akan lemah,” ujar Ryamizard di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (12/8). Acara ini diadakan oleh Forum Rekat Nusantara bersama Kemhan.
Mantan KSAD itu mengungkapkan, Indonesia tengah menghadapi tantangan dari pihak-pihak yang berkeinginan mengubah Pancasila dengan ideologi lain.
Menurutnya, apabila ada pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila, maka ia termasuk sebagai pengkhianat bangsa.
“Bila Anda ingin mengganti ideologi Pancasila berarti dia itu adalah pengkhianat terhadap bangsa ini, pengkhianat terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia, dan penghianat terhadap negara ini,” tutur Ryamizard.
Dalam acara tersebut, sejumlah tokoh tampak hadir antara lain Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, tokoh NU Solahuddin Wahid, Habib Lutfi bin Yahya, Rachmawati Soekarnoputri, Haikal Hassan sebagai moderator, dan Dede Yusuf.

Pada acara itu juga dibacakan Petisi Rekat Anak Bangsa. Petisi dibacakan oleh Ketua Forum Rekat Anak Bangsa, Eka Gumilar, serta diikuti oleh hadirin.

“Petisi Rekat Anak Bangsa, kami bersepakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia,” ujar Eka yang diikuti oleh hadirin.
Eka mengatakan Forum Rekat Anak Bangsa sepakat untuk menciptakan Indonesia damai. Serta menghargai perbedaan.
“Kami bersepakat bersama-sama menciptakan Indonesia yang damai, sejuk, tentram, dan aman. Kami bersepakat untuk menghormati dan mengharagai perbedaan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” tutupnya.(Kumparan/AW)
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Berita Psp. Walikota Psp Lantik ASN Eselon lll Dan IV Sesuai Protokol Kesehatan

Share :

Baca Juga

Berita

Danrem 121/Abw membuka kegiatan TMMD ke 110 tahun 2021

Berita

Pangdam XII/Tpr Cek Kesiapan Yonif Mekanis 643/Wns Jelang Tugas Operasi*

Berita

Bupati Tapsel Tinjau Kesiapan qurban

Arsip

RI ‘Menyerah’ Pada Abu Sayyaf, Siap Bayar Tebusan 10 WNI Disandera

Berita

Gempa 4,8 Magnitudo Getarkan Lombok Utara

Berita

BERKEDOK JUAL SUARA, TERNYATA JUAL SABU SABU

Berita

Antisipasi Gangguan Kamtibmas Bripka Muliyawan dan Bripka Pajar Laksanakan Patroli

Berita

Wawako Pontianak : Tutup Celah Pungli Melalui Inovasi Teknologi