Home / Berita / Nasional / Reviews

Senin, 5 Februari 2018 - 11:18 WIB

Marak Penipunan, Kemenag Diminta Audit Seluruh Biro Umrah

Viewer: 525
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 46 Detik

KompasNasional.com, Jakarta – Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menilai, maraknya kasus penipuan biro perjalanan haji dan umrah karena longgarnya pengawasan regulator dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag). Salah satu yang menyeruak ke publik adanya dugaan penipuan oleh PT Solusi Balad Lumampah (SBL).

Ketua Komunitas Konsumen Indonesia David Tobing mengatakan, pengawasan yang lemah ini membuat kasus yang melibatkan biro perjalanan haji dan umrah terus-menerus terulang.

“Saya melihatnya pengawasan pembinaan yang dilakukan regulator dalam hal ini Kemenag tidak jelas. Masalah ini terus berulang,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Senin (5/2/2018).

Oleh karena itu, David meminta Kemenag untuk mendata biro perjalanan haji dan umrah. Pendataan ini terkait aspek permodalan dan pemasaran, serta melihat tanggungan jamaah yang akan diberangkatkan.

Baca Juga  Tiga Pilar : Kapolri Harus Tegas Dan Jangan Mau Diintervensi

“Makanya saya sampaikan harusnya segera dipanggil diinventarisir, ditanyakan satu-persatu masih ada nggak uangmu, berapa yang belum diberangkatkan, bagaimana sistem pemasaran, bagaimana penarikan uang. Disimpan di mana uangnya?”kata dia.

“Artinya harus ada rekening bank sendiri, jangan dibelikan aset pribadi,” David menambahkan.

Dia mengatakan, pengawasan secara berkala mesti dilakukan oleh Kemenag. Sehingga, kasus yang merugikan masyarakat tersebut tak terulang.

“Harusnya ada semacam pengawasan berkala, biro umrah itu harus melapor ke Kemenag atau kakanwil di daerah,” ujar dia.

David mengaku, pihaknya terus menyoroti kasus-kasus penipuan umrah serupa. Bahkan, sejak dia menjadi anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

Lebih jauh David mengatakan, pada 30 Juni 2016, sudah meminta Kemenag untuk menyusun dan menetapkan standar pelayanan minimum dalam penyelenggaraan umrah. Lalu, menyusun dan menetapkan biaya referensi perjalanan ibadah umrah. Serta, mengaudit Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang dapat memasarkan perjalanan umrah dengan biaya lebih murah dari referensi.

Baca Juga  Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns Bantu Warga Perbatasan Bersihkan Bendungan Air.

“Tahun 2016 kami sudah memantau travel umrah memang BPKN pernah mengeluarkan rekomendasi Kemenag agar membuat langkah misalnya menetepkan tarif referensi, yang wajib berapa sih untuk umrah. Misalkan di bawah referensi dipertanyakan,” jelasnya.

Kemudian, bersama Satgas Waspada Investasi melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap PPIU yang diduga akan merugikan jamaan. Selanjutnya, menetapkan standar kontrak yang merupakan akad perjanjian pelaksanaan umrah antara PPIU dengan jamaah yang isinya mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak.

“Justru Kemenag bukan hanya membina tapi mengawasi. Jadi harus dievaluasi pembina dan pengawasan seperti apa,” tukas David.(L6/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polda Kalbar Gelar Bhakti Bhayangkara Merdeka 

Berita

Kapolres Bersama Wawako Sidempuan Pimpin Rakor Penanganan Wabah PMK

Berita

BKPSDM Umumkan Pelaksanaan SKB CPNS Formasi Tahun 2021, Berikut Jadwal dan Tata Tertib Pelaksanaannya

Berita

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tinjau Titik Kegiatan Yang Akan Di Kunjungi Presiden RI Pada 8 Desember 2021.

Berita

Kasat Pol PP Bersama Pangdam XII TPR,Kadis LHK,kepala BPBD Cek Lahan Karhutla Via Udara

Headline News

Pabrik Mesin di China Meledak, 2 Orang Tewas dan 24 Luka-Luka

Berita

PERSONIL SAT POL AIR MELAKSANAKAN PATROLI DIALOGIS TERHADAP NELAYAN*

Berita

Siapkan Wilayah Pertahanan dan Kekuatan Pendukung yang Handal, Kodam XII/Tpr Beri Pembekalan Kader Rakyat Terlatih