Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Internasional / Reviews

Jumat, 8 September 2017 - 16:09 WIB

Malaysia Janji Tampung Rohingya yang Datang ke Negaranya

Viewer: 605
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 9 Detik

kompasnasional.com – Kepala Badan Aparat Kemaritiman Malaysia, Zulkifli Abu Bakar, mengatakan bahwa negaranya tidak akan mengusir Muslim Rohingya yang datang ke Negeri Jiran. Zulkifli mengatakan, Malaysia bahkan siap menampung para pengungsi Rohingya.

“Kami harus menyediakan kebutuhan dasar bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan dan mendorong mereka pergi. Tapi pada akhirnya, karena alasan kemanusiaan, kami tidak bisa melakukannya [mengusir],” papar Zulkifli kepada Reuters, Jumat (8/9).

Ia mengatakan, pemerintahnya kemungkinan akan menampung para pengungsi Rohingya di pusat penahanan imigrasi tempat orang asing tanpa dokumen biasanya ditempatkan.

Baca Juga  Polisi Bongkar Praktik Judi Online di Apartemen, 24 Orang Ditangkap

Namun, Zulkifli mengatakan, hingga kini belum ada lonjakan kedatangan pengungsi baru ke negaranya.

PBB memperkirakan, sedikitnya 123 ribu warga Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan selama dua pekan terakhir ini.

Krisis kemanusiaan di Rakhine pun dianggap menjadi tantangan bagi kawasan karena akan berdampak pada lonjakan kedatangan pengungsi ke negara di Asia Tenggara lainnya.

Malaysia merupakan salah satu negara mayoritas Muslim yang menjadi alternatif bagi para pengungsi Rohingya untuk berlindung, selain Bangladesh dan Indonesia.

Baca Juga  Kapolda Kalbar Bersama Sekda Prov Kalbar Hadiri Vaksinasi di Sekolah Dasar Immanuel Pontianak

Negara yang berjarak ratusan kilometer dari Laut Andaman itu diperkirakan akan didatangi oleh perahu-perahu berisi pengungsi dari Myanmar, seiring dengan krisis kemanusiaan yang terus terjadi di negara bagian Rakhine.

Negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Najib Razak itu sebenarnya tidak menandatangani konvensi pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berarti tak berkewajiban menampung pengungsi.

Namun, Malaysia sudah menjadi rumah bagi lebih dari 100.000 pengungsi Rohingya selama ini (cnn|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pemkab Samosir Dapat Bantuan Bibit Tanaman untuk Penanganan Longsor dari Prov Sumut

Berita

Kapolres Simalungun Himbau Masyarakat Patuhi Maklumat Kapolri Tentang Kepatuhan Larangan Kegiatan Simbol dan Atribut FPI

Berita

FORUM PERJUANGAN TKD TUNTUT REALISASI TANAH DESA DI WILAYAH KERJA PT SHP, WARGA MELAKUKAN AKSI BLOKADE JALAN DAN DEMO DAMAI.

Berita

Wabup Wahyu Sambut Kunjungan Anggota DPRD Bengkayang ke DPRD Kapuas Hulu

Berita

Mantan Wamen ATR Raja Juli Mengaku Tak Tahu soal Sertifikat Pagar Laut di Tangerang

Arsip

Pakai Uang Anak Main Judi, Ibunda Artis Misca Fortuna Gugat Cerai Suami

Berita

Setahun, OK Arya Disuap Duit Rp8 M

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)