Viewer: 867
0 0

Home / Berita / Daerah / Nasional

Rabu, 12 Agustus 2020 - 19:06 WIB

Lecehkan Jurnalis GMKI: Sebut Walikota Pematangsiantar Tempramental

Viewer: 868
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 34 Detik

Kompas Nasional I Siantar

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun menyoroti dan mengecam pernyataan Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor yang tempramental dan melecehkan  jurnalis saat diwawancarai seusai Rapat Paripurna, pada Selasa (11/08/2020).

Sebagai informasi, para Jurnalis menanyakan maksud dan tujuan  kedatangannya ke Sekretariat Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) beberapa waktu lalu.

“Siapa yang bilang? Kalian tanya samaku. Makanya cari informasi itu yang akurat. Jangan mengada-ada. Pakai ini,” jawab Hefriansyah sembari memegang kepalanya.

Saat ditanya kembali, Hefriansyah menjawab ketus dan terkesan merendahkan jurnalis.

“Makanya informasinya jelas. Coba konfirmasi ke KASN.” “Kata Kusen (staf KASN) itu apa? Makanya kau cari pake otak,” katanya.

Baca Juga  Bupati Tapsel Hadiri RUPS-LB Pergantian Direktur Utama Bank Sumut

GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun melalui Ketua GMKI, May Luther Dewanto Sinaga menilai Walikota tidak memperlihatkan sikap yang tidak arif.

“Kita tau Kota Pematangsiantar adalah kota kaya adat, adab dan berbudaya. Sejarah mencatat masyarakat Siantar sangat toleran dan terbuka, namun itu tidak ditunjukkan Walikota saat dikonfirmasi jurnalis,” ujar May Luther Dewanto Sinaga, Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun kepada Kompasnasional.com pada Rabu (12/08/2020).

Luther menilai Hefriansyah sebagai Walikota atau pemimpin harusnya merupakan cerminan dari masyarakat Kota Pematangsiantar yang dikenal masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat yang beragam termasuk falsafah kesantunan yang diajarkan oleh leluhur.

“Walikota itu simbol rakyat, kalau walikota ramah berarti kultur kota itu juga baik. Sementara walikota sekarang tempramental.” ujar Luther.

Baca Juga  Peduli Kesulitan Masyarakat, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bantu Bangun Rumah Warga Perbatasan

“Sebagai seorang pemimpin, Walikota harusnya menjadi teladan dalam perkataan maupun sikap”, tambahnya lagi.

Untuk itu lanjut Luther, GMKI mengecam keras sikap walikota yang terkesan tempramental dan terkesan tidak beretika, tercermin dari diksi yang dia lontarkan sebagai kata-kata yang mengolok rekan-rekan jurnalis.

“Kita mengecam keras pernyataan itu dan meminta walikota untuk menyesuaikan kultur budaya masyarakat Pematangsiantar yang penuh adab, adat dan budaya santun,” kata Luther.

“Kami juga mendesak Walikota untuk segera meminta maaf kepada jurnalis serta meminta semua pihak, termasuk pejabat publik, untuk menghormati kerja jurnalis dan kebebasan pers”, tutup Luther.

Penulis: Nilson Pakpahan

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Minta Gubernur Kembalikan Daud Jubedi ke Halsel Selesaikan Huntap

Berita

Gedung Kejagung Terbakar, Rekaman CCTV Kegiatan Jaksa Pinangki Diduga Ikut Ludes

Berita

Turun Reses, Politisi Golkar Hi Sagaf Serap Aspirasi Warga salah satunya PLTD Botang Lomang

Berita

Bukti Negara Hadir, PLN Salurkan Stimulus Listrik Pemerintah Rp 24,23 Triliun Saat Pandemi

Berita

Musrenbang Kelurahan Banjar Serasan Tahun 2022 Untuk Tahun 2023

Berita

Wamenaker Kena OTT KPK, Istana: Kalau Terbukti Secepatnya Diganti

Berita

Pemkab Samosir Sampaikan Belangsukawa atas Insiden KMP Ihan Batak

Berita

PPDB Online 2022 Tahap II Dimulai, SMK Negeri 2 Pematangsiantar Optimis Dapat Memenuhi Kuota