Home / Berita / Daerah / Kriminal / Medan / Reviews

Sabtu, 7 April 2018 - 13:59 WIB

Lajang Tua Pilih Gantung Diri karena Dituduh Mencuri HP Kakaknya

Jasad Yoporli Sembiring sesaat setelah diturunkan. (Ana/metro24jam.com)

Jasad Yoporli Sembiring sesaat setelah diturunkan. (Ana/metro24jam.com)

Viewer: 634
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 56 Detik
KompasNasional.com – Singkat, cepat, tapi fatal. Begitu kira-kira tindakan yang diambil Yoporli Sembiring. Pasalnya, lantaran didesak agar mengakui dan mengembalikan HP kakaknya yang hilang, lajang 37 tahun itu, akhirnya memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Duh…! Peristiwa itu tak ayal membuat warga Dusun Kuta Rih, Desa Lau Baleng, Kecamatan Lau Baleng, sontak geger, Jumat (6/4/2018) kemarin. Informasi yang diperoleh, kejadian itu pertama kali diketahui oleh ibu kandung Yoporli, bernama Ngidahsa Beru Barus.
Sang ibu kaget bukan kepalang ketika melihat putranya itu tergantung dekat kamar mandi rumah mereka, sekira jam 13.30 wib. Dari pihak keluarga diketahui, bahwa Yoporli yang belum menikah, hingga saat masih tinggal bersama ibunya.
Sebelum ditemukan tewas tergantung, sang ibu masih sempat melihat anaknya itu duduk di depan rumahnya ketika dia keluar. Ceritanya, sebelum insiden itu, kakak Yoporli mengaku telah kehilangan handphone kira-kira seminggu lalu.
Sang kakak kemudian menuduh Yoporli telah mengambil handphone miliknya itu. Meski Yoporli berulangkali membantah telah mengambilnya, sang kakak tetap tidak percaya dan mendesak adiknya itu untuk mengembalikan HP kesayangannya tersebut.
Tuntutan itu dirasa semakin mendesak, karena dia merasa tak mendapat pembelaan dari ibunya, yang meminta agar dia jujur dan mengembalikan HP kakaknya itu. Diduga merasa merasa malu dan terdesak dengan tuduhan itu, Yoporli pun putus asa hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Peristiwa itu diketahui setelah Ngidahsa br Barus pulang ke rumah. Dia pun sontak histeris melihat tubuh anaknya tergantung dengan seutas tali nilon di dekat kamar mandi rumah. Warga yang mendengar jeritan Ngidahsa br Barus pun langsung berbondong-bondong mendatangi rumah tersebut dan menurunkan jasad Yoporli dan menghubungi petugas kepolisian.
Kapolsek Mardinding, AKP Robinson Ginting Munte SH didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Basmi Ginting mengamini peristiwa itu. “Korban menggunakan kursi sebelum menggantung dirinya di palang broti rumah. Selanjutnya jasad Yoporli dibawa ke Puskesmas Lau Baleng untuk divisum,” sebut Kapolsek.
Sementara itu, Ngidahsa Sembiring (52) dan Sutra Sembiring (39), ayah dan abang kandung Yoporli, benar-benar tidak menduga bahwa lajang itu akan mengambil jalan pintas seperti itu.
“Dia orangnya rajin bekerja ke ladang dan tidak ada permasalahan, namun dia suka marah-marah jika tidak punya uang,” sebut Kapolsek menyebutkan pengakuan ayah Yoporli.
Usai pemeriksaan di Puskesmas Lau Baleng, jenazah Yoporli pun langsung diserahkan kepada pihak keluarga. “Kita mengamankan tali nilon dan kursi sebagai barang bukti,” pungkas Kapolsek.(M24J/TR)
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Memasuki Pancaroba, Simak Imbauan BMKG dan Prospek Cuaca Sepekan

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolsek silat hulu ipda Eko Susilo.SE berserta Muspika Membagikan Masker Kepada Warga

Berita

YBM PLN Kalbar Laksanakan Program Bedah Rumah dan Bantuan Paket Sembako Bantu Warga Kurang Mampu

Berita

Walikota Bersama Kapolres Psp Dan Dandim 0213/TS Tinjau Lokasi Musibah Kebakaran Di Kelurahan Kantin

Berita

Ketua MABM Sintang ,ingatkan Pemkab Sintang untuk memberikan perhatian dan penghargaan kepada Djoebair Irawan sebagai Raja Sintang pertama ,ketika belum memeluk Islam.

Berita

Secara Virtual Danramil Sukadana Ikuti Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021.

Berita

Jelang Liga 2 Bergulir, Persiraja Mendapat Dua Suntikan Segar

Berita

Melalui Senam Bersama Persit KCK Cabang XLVII Kodim 1203 Jaga Solideritas

Berita

Kunjungi Korban Banjir, Danrem 121/Abw Berikan Bantuan.