Home / Berita

Jumat, 26 Februari 2021 - 20:04 WIB

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Viewer: 473
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 37 Detik

Kompasnasional l Ribuan janda yang tinggal di sebuah desa di India mengeklaim, para suami menjadi korban terkaman harimau.

Mereka mengaku, para suami mereka dianiaya sampai mati oleh harimau ketika berkelana ke dalam hutan untuk menangkap ikan, kepiting, serta mengumpulkan madu.

Presiden Forum Dakshinbanga Matsyajibi, Pradip Chatterjee, mengatakan kepada Vice News bahwa ada sekitar 3.000 wanita yang menjadi janda di desa tersebut.

Serangan harimau semakin meningkat ketika para pria berbondong-bondong pulang kampung ke daerah tersebut setelah merantau ke kota-kota besar.

Chatterjee mengatakan, para pria melepaskan pekerjaan mereka sebagai buruh di kota dan pulang kampung ke daerah itu agar bisa bekerja di dalam hutan.

Mereka tergiur karena bekerja di hutan dapat menghasilkan hingga 700 rupee (Rp 136.000) dalam sehari dibandingkan pendapatan sebagai pekerjaan buruh yang hanya 200 rupee (Rp 39.000).

Baca Juga  Polri Gelar Prarekonstruksi di TKP Kasus Brigadir J, Polri Pastikan Komitmen Pembuktian Ilmiah

Dari 60.000 pekerja di hutan, Chatterjee mengatakan bahwa hanya seperempat dari mereka yang memiliki izin untuk bekerja.

Oleh karena itu, orang-orang yang tidak memiliki izin bekerja dianggap sebagai pekerja ilegal dan keluarga korban takut melapor jika ada serangan harimau yang mematikan.

“Mereka tidak meminta kompensasi karena takut akan tindakan hukum. Mereka bahkan takut melaporkan kematian,” ujar Chatterjee.

Direktur Lapangan Suaka Harimau Sundarban Tapas Das mengatakan hanya mendapat laporan sebanyak 21 kematian resmi akibat penyerangan harimau.

Dari 21 laporan tersebut, hanya empat yang memenuhi syarat untuk mendapatkan kompensasi.

Baca Juga  Truk Tabrakan dengan Motor di Binjai, 1 Orang Tewas

Pemerintah India hanya memberikan kompensasi jika kematian terjadi di luar zona larangan masuk.

Salah satu janda, Haridasi Mandal menceritakan bahwa suaminya, Haren (46), dibunuh oleh harimau pada 2014.

Dia mengatakan, putra tertuanya kini juga mulai bekerja di daerah yang sama.

“Anak-anak saya membuatku berjanji untuk tidak pernah pergi ke hutan lagi. Tetapi penghasilan saya sekarang sangat sedikit dengan melakukan pekerjaan serabutan ini,” turut Sulata.

“Kecuali saya tidak menemukan pilihan lain untuk menghasilkan cukup uang untuk menjalankan rumah, saya harus kembali ke hutan,” imbuh Sulata.

Menurut pemerintah India, sekitar 40 hingga 50 orang tewas akibat serangan harimau setiap tahunnya. (KC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Satpol PP Lakasanakan Penertiban Aset Kawasan Gelora Khatulistiwa Pontianak Tertib Aman Dan Lancar

Berita

Berita Psp. Walikota Psp Gelar Rapat Persiapan Proses Belajar Tatap Muka

Berita

Untuk Menyukseskan Program PEN di Provinsi Kalimantan Barat, Satgas PEN Mabes Polri Datang ke Provinsi Kalimantan Barat

Berita

Bakwan Juwarak Viral Di Jakarta,WaliKota : Kebanggan Pontianak Kuliner Nya Terkenal Ke Ibu Kota

Berita

Kapolres Kapuas Hulu Pimpin Press Release

Berita

Gagal Raih Opini WTP, Pemko Medan Tak Dapat Insentif Puluhan Miliar

Berita

Ibu Guru Panik Berlari dari Ruangan Kepsek, Bajunya Robek dan Mengaku Diperlakukan Begini di Sofa

Berita

Kapolsek Selimbau Hadiri Lokakarya Mini Lintas Sektoral Puskesmas Selimbau