Home / Berita

Jumat, 26 Februari 2021 - 20:04 WIB

Kisah Desa yang Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau

Viewer: 442
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 37 Detik

Kompasnasional l Ribuan janda yang tinggal di sebuah desa di India mengeklaim, para suami menjadi korban terkaman harimau.

Mereka mengaku, para suami mereka dianiaya sampai mati oleh harimau ketika berkelana ke dalam hutan untuk menangkap ikan, kepiting, serta mengumpulkan madu.

Presiden Forum Dakshinbanga Matsyajibi, Pradip Chatterjee, mengatakan kepada Vice News bahwa ada sekitar 3.000 wanita yang menjadi janda di desa tersebut.

Serangan harimau semakin meningkat ketika para pria berbondong-bondong pulang kampung ke daerah tersebut setelah merantau ke kota-kota besar.

Chatterjee mengatakan, para pria melepaskan pekerjaan mereka sebagai buruh di kota dan pulang kampung ke daerah itu agar bisa bekerja di dalam hutan.

Mereka tergiur karena bekerja di hutan dapat menghasilkan hingga 700 rupee (Rp 136.000) dalam sehari dibandingkan pendapatan sebagai pekerjaan buruh yang hanya 200 rupee (Rp 39.000).

Baca Juga  Sambangi Dusun Panga , Aksi Penyemprotan Dilakukan Satgas Pamtas Yonif 642*

Dari 60.000 pekerja di hutan, Chatterjee mengatakan bahwa hanya seperempat dari mereka yang memiliki izin untuk bekerja.

Oleh karena itu, orang-orang yang tidak memiliki izin bekerja dianggap sebagai pekerja ilegal dan keluarga korban takut melapor jika ada serangan harimau yang mematikan.

“Mereka tidak meminta kompensasi karena takut akan tindakan hukum. Mereka bahkan takut melaporkan kematian,” ujar Chatterjee.

Direktur Lapangan Suaka Harimau Sundarban Tapas Das mengatakan hanya mendapat laporan sebanyak 21 kematian resmi akibat penyerangan harimau.

Dari 21 laporan tersebut, hanya empat yang memenuhi syarat untuk mendapatkan kompensasi.

Baca Juga  Seorang Suami Tega Aniaya Istri Akibat Pengaruh Miras

Pemerintah India hanya memberikan kompensasi jika kematian terjadi di luar zona larangan masuk.

Salah satu janda, Haridasi Mandal menceritakan bahwa suaminya, Haren (46), dibunuh oleh harimau pada 2014.

Dia mengatakan, putra tertuanya kini juga mulai bekerja di daerah yang sama.

“Anak-anak saya membuatku berjanji untuk tidak pernah pergi ke hutan lagi. Tetapi penghasilan saya sekarang sangat sedikit dengan melakukan pekerjaan serabutan ini,” turut Sulata.

“Kecuali saya tidak menemukan pilihan lain untuk menghasilkan cukup uang untuk menjalankan rumah, saya harus kembali ke hutan,” imbuh Sulata.

Menurut pemerintah India, sekitar 40 hingga 50 orang tewas akibat serangan harimau setiap tahunnya. (KC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Asahan

Letjend TNI Richard Tampubolon Monitor Giat TMMD di Asahan

Berita

Persimpangan Wilayah Pontianak Timur Terpampang spanduk Sosialisasi Terkait Covid-19

Berita

Pos Kout Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Karya Bhakti Bantu Pembangunan Masjid Shirotul Janah Jagoi Babang

Berita

Penyaluran BLT Kota Pontianak Ditargetkan Tuntas Sebelum Lebaran

Berita

Pererat Kemitraan Polres Kapuas Hulu Laksanakan Coffee Morning Bersama Awak Media 

Berita

Bagian SDM Polresta Pontianak Melakukan Sosialisasi Proaktif Calon Anggota Polri TA 2022

Berita

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Rapat Koordinasi Upaya dan Rencana Aksi Lonjakan Kasus Covid-19

Berita

Kapolres Ketapang Sementara Tetapkan 3 Orang Tersanaka Kasus Pembakaran Kantor PT. ARRTU.