Kompas Nasional.com | Pontianak Kalbar- Pengamat Kesehatan Universitas Tanjungpura, Muhammad Asroruddin ikut serta dalam webinar yang digelar oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) membahas tentang rencana vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Jumat 4 Desember 2020.
Adapun upaya pemerintah dalam penanggulangan pandemi Covid-19 vaksinasi dianggap penting dilakukan untuk melengkapi strategi melawan virus COVID-19.
Meski demikian, pro kontra mengenai penggunaan vaksin akan selalu ada. Untuk itu perlu sosialisasi secara berkesinambungan tentang tujuan, manfaat dan tahapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, ujar Muhammad Asroruddin.
Selanjutnya, Muhammad Asroruddin meminta masyarakat Kalimantan Barat untuk tidak mudah percaya dengan Informasi tidak benar atau Palsu mengenai Vaksinasi Covid-19.
“Hati-hati sekarang banyak informasi Hoax terkait dengan vaksin Covid-19. Masyarakat harus waspada, jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Asroruddin.
Asroruddin menjelaskan vaksinasi sangat penting dilakukan untuk melindungi individu dan masyarakat secara umum. Oleh karena perlu ada keterlibatan semua pihak untuk mensukseskan imunisasi vaksin Covid-19 ini.
Dia juga meminta kepada pemerintah untuk melakukan sosialisasi kepada publik, agar ada kepercayaan dan menjawab keraguan masyarakat mengenai vaksin Covid-19.
Sementara untuk vaksin Covid-19 sendiri, pemerintah tengah menyiapkan pengadaannya. Dimana ada enam kandidat vaksin yang bakal didistribusikan di Indonesia.
Selain individu, vaksin penting untuk kepentingan secara kelompok atau komunitas karena ketika masyarakat telah diimunisasi untuk mencegah suatu penyakit, maka penyebaran penyakit tersebut akan terhambat.
“Disebut herd sama dengan indirect, terjadi kekebalan komunitas (herd immunity).
Ketika masyarakat telah mempunyai kekebalan, maka secara tidak langsung mencegah sebagian masyarakat yang tidak diimunisasi seperti bayi muda dan orang yang menderita defisiensi imun,” jelasnya.
Tujuannya antara lain agar individu sehat, keluarga sehat, tatanan masyarakat semakin baik, produktifitas meningkat dan ekonomi bangkit. Termasuk juga menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19.
Lalu mencapai kekebalan kelompok untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat, serta melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh.
“Akhirnya dapat menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan untuk persiapan vaksin sendiri harus melewati beberapa tahapan.
Mulai dari pre klinis hingga empat fase. Untuk fase terakhir yang keempat ketika sudah digunakan oleh masyarakat adalah dilakukan pemantauan KIPI.
Hasnan Sutanto








