Kompasnasional l Dukungan dan simpati terhadap Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko terus mengalir dari berbagai kalangan, baik relawan maupun masyarakat umum.
Puluhan karangan bunga yang berasal dari berbagai organisasi seperti koperasi kelompok pemuda tani, relawan hingga kalangan pengusaha dan warga masyarakat umum memenuhi pekarangan di kediaman mantan Panglima TNI, di Jalan Terusan Lembang, Menteng Jakarta Pusat.
Secara umum, pesan yang disampaikan melalui karangan bunga tersebut adalah dukungan moril dan penyemangat yang ditujukan kepada Jenderal Moeldoko; yang belakangan namanya disorot karena dikaitkan dengan upaya “kudeta” di partai Demokrat.
“Maju terus Pak Moeldoko, salah satu putra terbaik bangsa,” bunyi salah satu pesan dalam karangan bunga yang dikirimkan ke rumah Moeldoko. “Kami bersama pak Moeldoko” demikian bunyi pesan lainnya.
Moeldoko sendiri membantah tudingan tersebut dan mengatakan hal itu sebagai fitnah. Sebaliknya Moeldoko mengatakan, sebagai pemimpin, AHY jangan bersikap “baperan”. Pihak Istana sendiri melalui Menteri Sekretatis Negara, Pratikno telah menyangkal tuduhan tersebut. Istana bahkan merasa tidak perlu menjawab surat AHY dan menyatakan bahwa apa yang disampaikan adalah masalah internal partai.
Di luar isu kudeta partai Demokrat, belakangan justru muncul anggapan bahwa tudingan yang ditujukan pada Moeldoko sebagai manuver AHY untuk mencari panggung. Anggapan lainnya adalah ada upaya untuk memisahkan mantan Ketua Umum HKTI ini dari lingkaran Jokowi.
Hal ini tidak lepas dari sosok Moeldoko sendiri yang dianggap sebagai tokoh yang dikenal tegas dan tidak kenal kompromi terhadap upaya-upaya dan manuver politik untuk menyudutkan Jokowi. Posisinya sebagai KSP menjadi benteng terhadap upaya-upaya menggerogoti wibawa pemerintah dan istana. (VCI/Red)







