Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama Komisi E – DPRD Sumut melaksanakan kunjuangan kerja (Kunker) di Wilayah Cabang Dinas (Cabdis) Siantar. Jumat,(12/8/22).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Dr.H.Asren Nasution dalam keterangannya mengatakan, kunjungan kerja tersebut untuk melihat langsung hasil penerimaan peserta murid baru yang nantinya apa yang menjadi kekurangan agar dapat di sempurnakan di tahun yang akan datang.
Juga kata Asren, kujungan kerja tersebut dimanfaatkan untuk langsung mendengar segala persoalan-persoalan proses pergerakan pendidikan di cabang dinas siantar.
“Saya baru mendapat tugas baru menjadi kepala dinas pendidikan jadi dalam kunjungan kerja bersama Komisi E ini, saya manfaakan untuk melihat dan mendengar langsung segala persoalan-persoalan terkait proses pergerakan pendidikan di wilayah cabdis siantar ini”kata Asren.
Ia juga menilai bahwa proses pergerakan pendidikan di cabdis siantar relatif lamcar, bagus, terkendali serta guru-gurunya kompak dan semangat.”Hal inilah yang perlu kita bangun dan kita pertahankan karena pendidikan ini kalau tidak dilakukan secara bersama-sama tidak bisa maju”sebutnya.
Bahkan kata Asren, kualitas pendidikan di Cabdis Siantar bukan kaleng-kaleng karena sudah teruji dan terjamin. Untuk itu ia meminta kepada masyarakat maupun pada rekan-rekan media untuk membantu dunia pendidikan agar tetap berkualitas.
Asner berpesan, agar semua pihak ataupun unsur harus benar-benar mencintai dunia pendidikan. “Hanya ini kuncinya kalau kita ingin membangun sumber daya manusia yang tangguh”ucap Asren.
Dalam pertemuannya dengan seluruh kepala dan wakil kepala sekolah se Cabdis Siantar yang digelar di Aula SMAN 4 Pematang Siantar, Asner juga menyampaikan 7 perintah yang harus dilaksanakan oleh seluruh Kacabdis, Kepala Sekolah, dan seluruh guru.
Namun dari ketujuh poin yang disampaikan, Asren lebih menekankan kepada seluruh yang hadir saat itu untuk lebih melakukan poin pertama serta ketujuh. Poin pertama berbunyi tentang ketaqwaan setiap guru sesuai dengan agama dan kepercayaan diri sendiri.
Kemudian poin yang ketujuh, Perkokoh solidaritas kekompakan kesamaan, yakni sesama guru. Jangan pernah bercerai berai. Kita harus kompak, demi melahirkan putra – putri penerus bangsa Indonesia selanjutnya yang bermartabat.
Toni Tambunan






