Viewer: 712
0 0

Home / Berita

Minggu, 13 September 2020 - 09:01 WIB

JUTAAN BUTIR PIL ZENITH DIMUSNAHKAN DENGAN CARA DIBLENDER

Viewer: 713
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 34 Detik

Kompas nasional.com. PALANGKA RAYA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng), memusnahkan 400.000 butir zenith. Jika diuangkan, barang bukti ini mencapai Rp 4,8 miliar. Pemusnahan dilakukan dengan cara diblender dan dibakar di markas BNN, Jumat (11/9).

Dalam kasus ini, aparat hanya berhasil meringkus pria berinisial NR (34), warga Jalan Muchran Ali, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng. Dia berperan sebagai sopir dengan upah Rp 1,8 juta. Sementara pemesan barang haram itu merupakan wanita asal Kotim berinisial D yang masih buron. Pemesan zenith telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh seluruh BNNP, BNN, dan kepolisian.

Ratusan ribu pil zenith itu berasal dari Banjarmasin untuk dipasok ke Kotim. Setiap 10 butir dibanderol Rp 150 ribu. Pembelinya masyarakat, oknum pelajar,dan oknum mahasiswa hingga pekerja swasta.

Baca Juga  JK soal Tambahan Menteri Golkar: Tak Seberapa Dibanding Kursi di DPR

Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Edi Swasono mengatakan, obat keras tanpa merek tersebut diamankan dari seseorang saat melintas di Jalan Tjilik Riwut Km 38 Palangka Raya. Rencananya barang haram itu akan dikirim ke Sampit dan diedarkan di seluruh wilayah Kotawaringin Timur, baik di dalam kota maupun pelosok kabupaten.

“Ini nilainya Rp 4,8 miliar, sisanya kita jadikan barang bukti di pengadilan dan lainnya dimusnahkan dengan cara diblender dan dibakar. Yang pastinya saya tegaskan tidak ada penyalahgunaan dari barbuk tersebut,” ujar perwira tinggi Polri tersebut.

Baca Juga  Realisasikan Dana Desa Tahap 1, Pemdes Sipungguk Prioritaskan Bangun Jalan Menuju Rumah Ibadah

Edi menyampaikan bahwa obat ilegal tersebut merupakan distribusi dari Jawa lalu ke Banjarmasin. Pemasok zenith ini masih satu jaringan dengan produsen yang pernah diungkap BNN dan BNNP Jawa barat.

”Ini adalah produk-produk yang dahulu sudah tersebar yang belum laku di pasaran,” ujarnya.

Dalam kasus itu, BNNP sudah melakukan pengembangan, bahkan penerima barang haram di Sampit telah masuk DPO, yakni seorang perempuan berinisial D.

“Yang ditangkap ini sebagai kurir, diperintah mengambil barang di Banjar,” ujarnya.

Saat ini Kalteng sudah sebagai target pemasaran karena jumlah konsumen sudah tinggi, yakni mencapai 19 ribu pengguna.

Penulis : Abd. Rahman.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dandim 1206/Psb terima kunjungan kerja kepala ATR/BPN Cab.Putussibau.

Berita

Hindari Razia OPT Pengedara Motor Nekad Lawan Arus

Berita

Wisatawan Tewas di Homestay Samosir, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita

Hari Pertama Operasi Patuh di Bantul, 154 Pelanggar Kena Tilang Online

Berita

Bupati Tapsel : Keramahan Masyarakat Bukittinggi Tak Kalah Dengan Tapanuli Selatan

Berita

Bhakti Sosial Satgas Yonif 407 di Bulan Ramadhan, Bagikan Sembako Kepada Warga Perbatasan*

Berita

Perum Bulog Siantar Jamin Stok Beras Aman Sampai Ramadhan dan Lebaran Mendatang

Berita

Keindahan Pulau Samosir Memukau, Sekdaprov Sumut Memuji