Home / Berita

Jumat, 27 Mei 2022 - 17:36 WIB

Jurus Jitu Pedagang Pertalite Eceran Beli BMM Tanpa Menggunakan Jeriken

Viewer: 330
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 56 Detik

Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Pihak PT Pertamina (Persero) telah resmi memberlakukan aturan terbaru tentang pelarangan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite menggunakan jeriken. Kebijakan ini berlaku di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina.

Imbasnya, para penjual bensin eceran akan sulit mendapatkan bahan bakar Pertalite. Ternyata salah! Para penjual bahan bakar minyak eceran jenis Pertalite punya jurus jitu agar tetap bisa membeli  Pertalite tanpa jeriken.

Seperti dikatakan Atik (56), penjual eceran Pertalite di salah satu tepi jalan raya pada pusat Kota Pematangsiantar. Ia mengaku beli Pertalite ke SPBU pakai motor.

“Setelah sampai rumah, Pertalite di tangki motor tadi lalu disedot kembali dan dimasukan ke botol – botol ,” ucapnya, Jumat (27/5/22). 

Menurut Atik, hal tersebut terpaksa dilakukan karena Pertamina melarang dirinya dan pedagang lain untuk menjual kembali bensin yang biasanya ia dapat pakai jeriken dari SPBU Pertamina secara eceran.

Baca Juga  Bupati Tapsel : Pencegahan Narkoba Harus Dimulai dari Keluarga Sendiri

Biasanya, dia bilang, stok bahan bakar Pertalite di lapaknya selalu abis dengan harga jual Rp 10.000 per liter atau sebotol. Menurutnya, keuntungan yang ia dapatkan pun tidak seberapa. 

“Kalau ngomong keuntungan, tidak lah terlalu banyak. Jadi kalau bisa jual 5 botol bensin, maka keuntungannya sebesar 1 botol bensin,” jelas Atik. 

Tak jauh beda dengan pendapat penjual Pertalite eceran lainnya, Ahmad. Setelah ada larangan itu, dia sempat tidak lagi bisa berjualan. Bahkan ia mengaku kehilangan beberapa pelanggan yang biasanya membeli ditempatnya karena kosongnya stok bensin Pertalite.

“Sebenarnya, kami kan menolong para konsumen Pertamina yang tidak sempat menghampiri SPBU. Selain itu menjadi pemasukan ekonomi kami, apalagi dimasa sulit saat ini,” kata pria yang juga membuka lapak perbaikkan atau tambal ban kendaraan ini. 

Baca Juga  Terima Kunjungan Kepala BPIW, Wakil Bupati Berharap Dukungan Pengembangan Infrastuktur

Ahmad juga menuturkan bahwa yang ia lakukan untuk mendapatkan bahan bakar tersebut, tanpa menggunakan jeriken dengan cara menyedot Pertalite di tangki motor merupakan dilema baginya. 

Ia menyebutkan bahwa larangan tersebut tidak berlaku untuk bahan bakar jenis Pertamax. Sayangnya, para pembeli di kios kecilnya itu enggan membeli Pertamax usai harganya naik.

“Kalau untuk jenis Pertamax, sangat jarang bahkan tak ada sama sekali yang beli untuk eceran. Semua yang datang kesini beli Pertalite. Buat apa saya nyetok Pertamax, udah mahal harganya, yang beli pun tak ada,”ujarnya.

Ahmad berharap ada solusi dari pihak Pertamina untuk para pedagang bensin eceran ini, karena dilarangnya berbelanja pakai jeriken, membuat para pedagang bensin eceran tidak bisa mencari nafkah, dengan terpaksa melakukan seperti ini.

Toni Tambunan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Asahan

Ikut – ikutan Teman, Felix Carlten Jadi Pengkoleksi RX King

Berita

Mesut Ozil Tinggalkan Timnas Jerman

Berita

Resmi Buka Musrenbang RKPD Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2023 Bupati Tapanuli Utara Prioritas Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Berita

Sekda Buka Rakor Pembinaan Agama Khatolik Se-Kalbar.

Berita

Pemko Psp Adakan Ragam Perlombaan Rangka Meriahkan HUT NKRI Ke-75

Berita

Vaksin Penting untuk Cegah DBD dan Kurangi Keparahan

Berita

Lapisan Masyarakat Beri Dukungan Kepada Satriati Pasaribu Tetap Kepsek SMAN 1 Sayur Matinggi

Berita

Wawako P.Sidimpuan Tinjau Vaksinasi Massal Untuk Pelajar Dosis II