HALSEL – KOMPAS NASIONAL | Mahmud Seknun (26) hendak kembali ke Ambon menumpang kapal KM. Dobonsolo dari pelabuhan Jaya Pura Papua pada hari Selasa 12 Januari 2021.
Ia dikabarkan terjatuh dari kapal saat kapal yang ditumpanginya bertolak dari pelabuhan Sorong menuju Seram Barat, Maluku, pada Juma’at malam (15/01/2021)
Abdul Mutalib Seknun, kaka kandung korban kepada Kompasnasional.com menceritakan, adiknya Mahmud Seknun hendak ke Ambon menumpang kapal KM Dorolonda dari pelabuhan Kota Jaya pura pada Selasa, 12 Januari 2021.
“Namun tiga hari kemudian yakni hari Jum’at 15 Januari 2021, adik saya dikabarkan jatuh dari kapal ke laut saat kapal bertolak dari pelabuhan Sorong menuju Seram Barat. Sampai hari ini belum ditemukan,” tutur Abdul Mutalib haru.
Sementara pihak KM Dobonsolo memperkirakan Mahmud Seknun adiknya jatuh di laut Seram Bagian Barat (SBB).
Bahkan, Lanjut Abdul, Basarnas Ambon dan Basarnas Namlea bersama Tim Pol Air serta masyarakat nelayan di sekitaran pesisir seram bagian barat telah melakukan pencarian ke semua pelosok dan menyisir semua pulau yang ada di sana namun tidak ada tanda-tanda atau petunjuk sama sekali.
“Tapi dong bilang itu suda di luar batas lokasi Basarnas Ambon untuk melakukan pencarian, jadi Basarnas Ambon menyarankan agar Mahmud dicari di wilayah perairan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara,” terang Abdul, kaka kandung korban
Sementara, saat dikonfirmasi petugas Pelni di Kota Jayapura, mereka enggan memberikan keterangan detail.
“Silahkan mengkonfirmasi ke pihak keluarga mereka, kami tidak berhak memberi info kepada siapa-siapa karena menjaga kode etik. Kami hanya penjual tiket dan sudah jelas nama Mahmud Seknun terdaftar di manifes penumpang, datanya sudah dikasih ke keluarganya,” kata petugas PELNI Jayapura saat dikonfirmasi, Selasa (26/01/2021).
Terpisah, pihak Basarnas Ambon menjelaskan, OPS SAR telah melaksanakan pencarian korban selama enam hari di sekitaran lokasi terjatuh dan di daerah sekitar sesuai dengan SAR MAP dengan memperhitungkan arah angin dan arus namun tidak ada tanda-tanda akan ditemukan korban.
“Pencarian itu telah dimaksimalkan namun sampai batas waktu tidak ada tanda-tanda korban ditemukan sehingga OPS SAR ditutup, pada Sabtu 23 Januari,” terang petugas OPS SAR Ambon.
(FIK)






