Viewer: 782
0 0

Home / Berita

Kamis, 1 Oktober 2020 - 20:27 WIB

Hinaan Bencong Kapolres Blitar Berujung Pengunduran Diri Kasat Sabhara

Viewer: 783
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Kompasnasional | Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, kasus pengunduran diri Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo disebabkan adanya teguran dari Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo.

“Ada anggota Sabhara rambutnya panjang, ditegur Kapolres dan Kasatnya ini membela anak buahnya,” tutur Awi saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2020).

Menurut Awi, Propam Polda Jawa Timur akan menelusuri kebenaran informasi dari kedua. Termasuk soal adanya tindak arogansi kekerasan verbal.

“Nanti pasti diklarifikasi kebenaran informasi tersebut. Yang benar yang mana, versi Kasat Sabhara atau versi keterangan Kapolres, tentunya akan diungkap fakta-faktanya oleh Bidpropam Polda Jatim,” jelas Awi.

Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo mengajukan pengunduran diri sebagai anggota kepolisian lantaran merasa kecewa kepada Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo.

Baca Juga  Perkuat Kerjasama, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Terima Kunjungan Kerja Malaysia Military Liason Officer.*

Agus mendatangi Polda Jatim untuk menyerahkan seberkas surat pengunduran dirinya sebagai anggota Kepolisian, yang ditujukan pada Kapolda Jatim dengan tembusan ke Kapolri.

“Hari ini saya sudah ajukan pengunduran diri pada Kapolda Jatim dengan tembusan bapak Kapolri. Alasannya, saya tidak terima sebagai manusia dengan arogansi Kapolres saya,” ujar dia, Kamis (1/10/2020).

Agus menambahkan, dirinya tidak dapat menerima perlakuan Kapolres yang dianggapnya kerap memaki dengan berbagai macam makian pada dirinya dan anak buahnya yang lain.

Ia juga menyebut, kekesalan ini tidak hanya dirasakannya, tetapi juga dirasakan oleh perwira lain setingkat kepala satuan lainnya.

“Sebenarnya saya ini sudah akumulasi dari senior saya. Akumulasi (kekesalan) kasat yang lain. Kalau ada yang tidak cocok gitu, maki-makian kasar itu sering disampaikan, mohon maaf, kadang sampai nyebut-nyebut binatang. Sama saya tidak separah itu, yang terakhir menyebut bencong, tidak berguna, banci, lemah dan lain-lain,” ujar dia.

Baca Juga  Bangkai Paus Bungkuk Ditemukan di Tengah Hutan Amazon, Brasil

Arogansi Kapolres Blitar menurut dia tidak hanya berhenti sampai di situ. Ia menyebut, Kapolres seringkali melakukan pencopotan jabatan terhadap anak buahnya, tanpa melakukan pembinaan lebih dulu. Hal itu ia akui membuat resah, lantaran yang dilakukan Kapolres, dianggapnya belum tentu baik.

“Kapolres tidak ada arahan apa pun, tapi jika tidak benar langsung seperti itu. Sebenarnya kalau salah dibina, bukan dimaki terus-terusan. Kadang main copot jabatan. Memangnya kalau copot orang itu bisa lebih baik? Belum tentu kan?,” ujar dia.(L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wakil Bupati di Dampingi Sekda Kapuas Hulu Menghadiri Pembacaan Pemenang SIPP Award 2021.

Berita

Pengurus YKI Cabang P.Sidimpuan Resmi Dilantik YKI Sumut Secara Virtual

Berita

Walikota Hadiri HUT DWP Padangsidimpuan Ke 22

Berita

Kapolres Ketapang Resmikan Posko Terpadu Pengendalian Karhutla Di Kecamatan Muara Pawan

Berita

Panitia Konferkab Diminta Jaga Netralitas

Berita

Plt Wali Kota Pematangsiantar Silaturahmi Dengan Ephorus GKPS

Berita

Kabupaten Melawi Mendapat Bantuan Mobil Ambulance Khusus Pasien Infeksius Dari Gubernur Kalimantan Barat*

Berita

DPRD Halsel Soroti Aktivitas Galian C Ilegal di Gane Barat