Viewer: 861
0 0

Home / Berita

Kamis, 1 Oktober 2020 - 20:27 WIB

Hinaan Bencong Kapolres Blitar Berujung Pengunduran Diri Kasat Sabhara

Viewer: 862
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Kompasnasional | Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, kasus pengunduran diri Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo disebabkan adanya teguran dari Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo.

“Ada anggota Sabhara rambutnya panjang, ditegur Kapolres dan Kasatnya ini membela anak buahnya,” tutur Awi saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2020).

Menurut Awi, Propam Polda Jawa Timur akan menelusuri kebenaran informasi dari kedua. Termasuk soal adanya tindak arogansi kekerasan verbal.

“Nanti pasti diklarifikasi kebenaran informasi tersebut. Yang benar yang mana, versi Kasat Sabhara atau versi keterangan Kapolres, tentunya akan diungkap fakta-faktanya oleh Bidpropam Polda Jatim,” jelas Awi.

Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo mengajukan pengunduran diri sebagai anggota kepolisian lantaran merasa kecewa kepada Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo.

Baca Juga  BPBD Kapuas Hulu Kekurangan Armada dan Personil

Agus mendatangi Polda Jatim untuk menyerahkan seberkas surat pengunduran dirinya sebagai anggota Kepolisian, yang ditujukan pada Kapolda Jatim dengan tembusan ke Kapolri.

“Hari ini saya sudah ajukan pengunduran diri pada Kapolda Jatim dengan tembusan bapak Kapolri. Alasannya, saya tidak terima sebagai manusia dengan arogansi Kapolres saya,” ujar dia, Kamis (1/10/2020).

Agus menambahkan, dirinya tidak dapat menerima perlakuan Kapolres yang dianggapnya kerap memaki dengan berbagai macam makian pada dirinya dan anak buahnya yang lain.

Ia juga menyebut, kekesalan ini tidak hanya dirasakannya, tetapi juga dirasakan oleh perwira lain setingkat kepala satuan lainnya.

“Sebenarnya saya ini sudah akumulasi dari senior saya. Akumulasi (kekesalan) kasat yang lain. Kalau ada yang tidak cocok gitu, maki-makian kasar itu sering disampaikan, mohon maaf, kadang sampai nyebut-nyebut binatang. Sama saya tidak separah itu, yang terakhir menyebut bencong, tidak berguna, banci, lemah dan lain-lain,” ujar dia.

Baca Juga  Idul Adha Adalah Momen Berharga Untuk Berbagi Kepada Sesama

Arogansi Kapolres Blitar menurut dia tidak hanya berhenti sampai di situ. Ia menyebut, Kapolres seringkali melakukan pencopotan jabatan terhadap anak buahnya, tanpa melakukan pembinaan lebih dulu. Hal itu ia akui membuat resah, lantaran yang dilakukan Kapolres, dianggapnya belum tentu baik.

“Kapolres tidak ada arahan apa pun, tapi jika tidak benar langsung seperti itu. Sebenarnya kalau salah dibina, bukan dimaki terus-terusan. Kadang main copot jabatan. Memangnya kalau copot orang itu bisa lebih baik? Belum tentu kan?,” ujar dia.(L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polres Ketapang Gelar Vaksinasi Merdeka Serentak Sasar Mahasiswa di Kampus Politehnik

Berita

Upaya PLN Kalbar Dorong Peningkatan Pendidikan Literasi Anak Lewat Program Mobil Dongeng PLN Peduli

Berita

Filosofi Menanam Padi “Mundur untuk Maju” Ir Asner Silalahi Mundur dari Kementerian PUPR untuk Maju Jadi Walikota Siantar

Berita

Cek Kesiapan Satgas Yonif 645/Gty, Asops Panglima TNI Laksanakan Riksiap Ops

Berita

Debat Terbuka, Suratman Sudjud Optimis Menang Dalam Pemilihan Rektor Unkhair

Berita

Ledakan di Menteng Diduga Berasal dari Bom Rakitan, Polisi Masih Lakukan Penyisiran

Berita

Optimalkan Satgas PPKM Skala Mikro, Pangdam XII/Tpr Tinjau Posko di Wilayah Sanggau

Berita

Babainsa Koramil Tempunak Kawal Pelaksanaan Vaksinasi