Kalbar Tidak Mengalami Defisit
PONTIANAK KALBAR | KOMPAS Nasional- Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji S.H., M.Hum., menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020 kepada Ketua DPRD Provinsi Kalbar M. Kebing L, S.H., di ruang Balairung Sari Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (23/3/2020).
Dalam LKPJ Tahun Anggaran 2020 itu, Gubernur Kalbar mengatakan, penyerapan pendapatan daerah mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang mencapai 97,68 persen dari target yang ditentukan.
Bahwa Pendapatan Daerah sebesar Rp. 5,799 Triliun lebih, dengan realisasi sebesar Rp. 5,665 Triliun lebih atau 97,68 persen. Terdiri dari PAD Rp. 2,154 Triliun lebih, Dana perimbangan Rp. 3,506 Triliun lebih, serta pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp. 4,137 Miliar lebih, ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum.
Sedangkan untuk belanja daerah pada tahun anggaran 2020 sebesar 6,326 Triliun lebih dengan realisasi sebesar Rp. 5,879 Triliun atau 92,93 persen yang meliputi belanja langsung maupun belanja tidak langsung.
Belanja Tidak Langsung yang direncanakan sebesar Rp. 3,721 Triliun lebih yang terealisasi sebesar Rp. 3,459 Triliun lebih atau 92,98 persen. Sedangkan untuk Belanja Langsung yang direncanakan sebesar Rp. 2,605 Triliun lebih, yang terealisasi sebesar Rp. 2,419 Triliun lebih atau 92,85 persen, ujarnya.
Untuk Penerimaan Pembiayaan Daerah pada Tahun Anggaran 2020 ditetapkan sebesar Rp. 577,26 Miliar lebih yang dialokasikan untuk Penyertaan Modal atau Investasi Pemerintah Daerah sebesar Rp. 50 Miliar, sehingga pembiayaan netto menjadi Rp. 527,26 Miliar.
Maka dari data tersebut secara total tidak terjadi defisit anggaran di tahun 2020, tegasnya.
Pelaksanaan pembangunan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar selain didukung oleh APBD juga mendapat bantuan dari pemerintah pusat berupa dana dekonsetrasi dengan anggaran sebesar Rp.105 Miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp. 97 Miliar lebih atau 92,16 persen. Untuk tugas pembantuan dengan nilai anggaran sebesar Rp. 136 Miliar lebih dengan realisasi sebesar Rp. 110 Miliar atau 81,03 persen.
Hasnan Sutanto






