Home / Berita / Daerah / Reviews

Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:33 WIB

Dua Peluru Nyasar Lagi di DPR? Puslabfor Polri: Sisa Kemarin

Anggota kepolisian memasuki ruangan yang terkena peluru nyasar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018. Irjen Setyo Wasisto mengatakan, saat ini, kepolisian sudah mengantongi identitas penembak tersebut. Penembak berinisial I itu, kata dia, merupakan anggota Perbakin Tangerang Selatan. ANTARA

Anggota kepolisian memasuki ruangan yang terkena peluru nyasar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018. Irjen Setyo Wasisto mengatakan, saat ini, kepolisian sudah mengantongi identitas penembak tersebut. Penembak berinisial I itu, kata dia, merupakan anggota Perbakin Tangerang Selatan. ANTARA

Viewer: 585
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 46 Detik

Kompasnasional.com, Jakarta – Beredar info kembali ditemukan dua proyektil peluru nyasar di lantai 10 dan 20 Gedung Nusantara I DPR, hari ini, Rabu, 17 Oktober 2018. Kepala Bidang Balistik dan Metalorgi Forensik Laboratorium Forensik Polri Komisaris Besar Ulung Kanjaya mengatakan dua proyektil tersebut berasal dari insiden peluru nyasar yang terjadi pada Senin, 15 Oktober 2018.

Petugas menunjukkan barang bukti senjata yang digunakan tersangka terkait dengan kasus peluru nyasar ke gedung DPR, Senayan, dalam keterangan pers pengungkapan kasus peluru nyasar di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. Polisi menyita dua pucuk senjata jenis Glock 17 dan AKAI beserta pelurunya. ANTARA

“Peluru yang kemarin ini, baru ditemukan,” kata Ulung ketika Tempo hubungi lewat telefon pada Rabu, 17 Oktober 2018. “Bukan penembakan baru.”

Baca Juga  Wali Kota Peduli, Guru Ngaji, Petugas Fardhu Kifayah dan Posyandu Terima Bantuan Transportasi

Berdasarkan informasi yang beredar, kedua proyektil peluru tersebut ditemukan di lantai 10, tepatnya ruangan 1008 tempat politikus Fraksi Partai Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya dan lantai 20 ruangan 2003 tempat Toto Daryanto, politikus Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) berkantor.

Polisi sebelumnya telah menangkap dua orang tersangka penembak peluru nyasar ke Gedung DPR pada Senin lalu. Keduanya, berinisial IAW dan RMY, diketahui tengah berlatih tembak saat itu.

Namun, di tengah-tengah menembak, IAW menambahkan alat bernama Switch Customizer ke senjata api jenis Glock 17 yang digunakan. Efeknya, senjata api tersebut berubah menjadi full automatic.

Baca Juga  Wali Kota Pontianak Resmikan Kampung Donor Darah di Kelurahan Saigon

Ia kemudian memasukkan empat peluru ke senjata api tersebut dan kaget saat menembakkannya. Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta mengatakan hal itu yang menyebabkan peluru nyasar ke ruangan di Gedung DPR.

Saat itu, dua buah peluru nyasar menembus ruangan dua anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Wenny Warouw di lantai 16 dan Bambang Heri Purnomo di lantai 13. Kedua ruangan itu berada di gedung Nusantara I DPR RI.

Terkait penemuan peluru pada hari ini, Ketua Majelis Kehormatan Dewan, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan ruang di lantai 10 dan 20 gedung DPR saat insiden pada Senin lalu terjadi memang tengah kosong. “Saat kejadian memang yang punya ruangan gak ada di ruangan. Tadi baru hubungi kami karena baru sadar (ada peluru),” ujar Dasco di Gedung DPR hari ini.(Tempoco/Aw)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Ranperda dan APBD tahun 2022 Tapanuli Selatan disahkan

Berita

Kado Sederhana JK untuk Jokowi, Bunga Anggrek Bulan dari Kebun Mufidah

Berita

Miris, Begini Kondisi Horornya Jembatan Tanpa Pegangan di Samosir

Berita

Kawanan Gajah Liar Kembali Meresahkan Warga Koto Garo, Warga Minta BKSDA Riau Segera Turunkan Tim Sebelum Ada Korban Kembali

Berita

Oknum Kaur Keuangan Desa Lolos Seleksi PPPK Jadi Guru, Ada Apa Disdikpora dan Bkpsdm Samosir ?

Berita

Fluktuatif Namun Tetap Tinggi

Berita

Konsul Jenderal AS Kunjungi Mapolrestabes Medan

Berita

Membantu Perekonomian Masyarakat Di Saat Pandemi Covid-19, Koramil 1208- 03/ Tebas Melalui Babinsa Bantu Petani Jeruk