Home / Berita

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:48 WIB

Diungkap Jaksa, Deretan Pejabat Bea Cukai Disebut Terima Duit Termasuk Dirjen

Sidang Pemeriksaan Saksi Suap Impor.

Sidang Pemeriksaan Saksi Suap Impor.

Viewer: 67
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 18 Detik

Jakarta, JejakNasional – Sejumlah nama pejabat di Direktorat Jenderal Bea Cukai pada kementerian Keuangan disebut menerima uang dengan mata uang dolar Singapura. Salah satunya, Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama disebut menerima uang SDG 213.600.

Hal itu terungkap ketika jaksa KPK M Takdir Suhan bertanya kepada Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Dirjen Bea Cukai, Orlando Hamonangan Sianipar alias Ocoy dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (20/5/2026). Saat itu, jaksa mengonfirmasi data yang didapat dari bagian keuangan perusahaan swasta BlueRay.

Dalam data itu, ada kode nama beserta jumlah uang yang diterima. Salah satunya, ada kode nama Ocoy sendiri, jaksa mengatakan Ocoy menerima uang SDG 42.800.

“Jadi izin Majelis, ini nilainya ini menggunakan nilai SGD. Jadi untuk Pak Ocoy ini 42.800 Dolar Singapura. Begitukah Pak Ocoy yang Pak Ocoy dalam bentuk SGD ya?” tanya jaksa KPK Takdir.

“Iya, Pak,” jawab Ocoy.

Baca Juga  STMIK Royal Kisaran Ajarkan Para Guru Tahfidz Teknologi Informasi Komputer

Kemudian ada juga bukti penyerahan uang SGD 28.500 dan SGD 7.200 kepada orang bernama Faldi dan orang berinisial BY. Ocoy mengatakan BY adalah Budiman Bayu.

Lalu, ada juga penyerahan uang kepada Kepala Seksi Fasilitas bernama Hendi senilai SGD 5.400.

“Kepala Seksi, jadi selevel dengan saksi sama-sama Kepala Seksi. Baik, ini nilainya 5.400 Dolar Singapura. Kemudian ‘SIS’, ‘SIS’ adalah Sisprian Kasubdit?” tanya jaksa lagi dan diamini Ocoy.

“Baik, kemudian ‘BR’ adalah Bang Rizal?” tanya jaksa Takdir.

“Iya, Pak,” kata Ocoy.

Setelah sejumlah nama muncul. Tibalah jaksa bertanya tentang Djaka Budhi, karena dalam bukti itu disebutkan Djaka menerima SGD 213.600.

“Baik, kemudian izin Majelis, kami tegaskan yang (data) sales 2, 1 adalah Dirjen Bea Cukai, nilainya 213.600 Dolar Singapura. Itu kami yang menegaskan, kami, karena kami yang punya bukti ini,” kata jaksa Takdir.

“1,2, 1, 2, 3, memahami maksudnya kode-kode itu memahami?” tanya jaksa ke Ocoy.

Ocoy mengaku memahami maksud nomor satu. Namun, untuk nomor-nomor selanjutnya, dia mengaku tidak tahu.

Baca Juga  Warga Jalan Merak Desa Tanjung Niaga Kecamatan Nanga Pinoh Di Hebohkan Dengan Adanya Perempuan Gantung Diri*

Jaksa kemudian memastikan apakah uang-uang sebagaimana bukti keuangan itu sampai atau tidak. Ocoy pun mengatakan ‘iya’.

“Oke, baik. Izin Majelis, nanti kami ada beberapa saksi yang lain juga untuk menegaskan. Nah, kemudian sesuai dengan tanda bukti bahwa sepengetahuan saksi, uang-uang ini sampai?” tanya jaksa dan kemudian dijawab ‘iya’ oleh Ocoy.

Dalam sidang ini, jaksa KPK mendakwa tiga terdakwa pimpinan Blueray Cargo dalam kasus suap importasi barang pada Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Tiga terdakwa tersebut ialah terdakwa I John Field selaku pimpinan Blueray Cargo, terdakwa II Deddy Kurniawan Sukolo selaku Manajer Operasional Blueray Cargo, dan terdakwa III Andri selaku ketua tim dokumen Blueray Cargo.

Jaksa KPK mengatakan ketiganya memberikan uang Rp 61,3 miliar dalam bentuk mata uang dolar Singapura. Selain uang, jaksa menyebut, ketiganya juga didakwa memberikan sejumlah fasilitas serta barang mewah mencapai Rp 1,8 miliar.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Foto BI -Sumut

Berita

Waspada Ancaman Resesi, BI Proyeksi Ekonomi di Sumut Tumbuh Tahun 2023

Berita

Bupati Samosir Berikan Motivasi Kepada Siswa Kompetensi Sains Tingkat Nasional

Berita

PEMKAB TOBA BUKA BAZAAR DENGAN ALAT TUKAR SAMPAH NON ORGANIK
Foto Ilustrasi

Berita

Sepasang Kekasih Ditemukan Tewas Berpegangan Tangan

Berita

Bung Teddy Nasution Terpilih Ketua PAC Pemuda Pancasila Angsel

Arsip

Kunker Presiden Jokowi di Rohul Gubri Berkoordinasi Dengan Staf Khusus Presiden

Berita

RI Bisa Belajar dari Thailand Tanam Cabai Hingga Bawang Tahan Cuaca

Berita

Wakili Dandim, Dalam Kegiatan Sosialisasi Tracer dan Penggunaan Aplikasi Silacak, Ini Kata Pasi Ops Kodim 1203/Ktp.