Home / Berita

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:24 WIB

Diduga Selewengkan Dana Desa, Proyek Jalan di Desa Pardomuan Disinyalir Fiktif dan Tumpang Tindih

Viewer: 119
1 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

SAMOSIR Jejak Nasional – Pelaksanaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2023 di Desa Pardomuan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, kini tengah menjadi sorotan tajam. Kepala Desa setempat diduga melakukan penyalahgunaan wewenang terkait proyek pengerasan jalan yang dinilai sarat kejanggalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan penyimpangan ini mencuat pada pekerjaan pengerasan jalan sepanjang 220 meter. Proyek yang dilaporkan dalam Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Dana Desa tahun 2023 tersebut disinyalir merupakan proyek “tumpang tindih” atau fiktif secara administratif.

Kronologi Dugaan Tumpang Tindih

Kejanggalan bermula saat warga dan pemerhati kebijakan mencium adanya ketidakberesan pada lokasi fisik pekerjaan. Diketahui bahwa ruas jalan sepanjang 220 meter tersebut sebenarnya telah dikerjakan dan tuntas pada tahun 2022 melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh).

Baca Juga  Peringatan HANI 2021, Bupati Ajak Semua Pihak Perangi Narkoba

Namun, pada laporan realisasi anggaran tahun 2023, muncul kembali item pekerjaan yang sama dengan sumber dana dari Dana Desa. Hal ini memicu dugaan bahwa oknum Pemerintah Desa sengaja melakukan klaim ganda untuk mencairkan anggaran demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.

“Ini jelas mencederai kepercayaan masyarakat. Bagaimana mungkin pekerjaan yang sudah selesai melalui program kementerian di tahun sebelumnya, kembali dianggarkan menggunakan dana desa di tahun berikutnya? Kami menduga ada upaya laporan fiktif di sini,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Desakan kepada Inspektorat Samosir

Menanggapi aroma korupsi tersebut, elemen masyarakat meminta pihak berwenang tidak tinggal diam. Inspektorat Kabupaten Samosir didesak untuk segera turun ke lapangan guna melakukan audit investigasi dan pemeriksaan yang nyata (on the spot).

Baca Juga  Polda Kalbar Gelar Kekuatan Dan Perlengkapan Antisipasi Karhutla.

Pemeriksaan ini dianggap krusial untuk:

  • Verifikasi Lapangan: Mencocokkan titik koordinat pembangunan program KOTAKU 2022 dengan laporan Dana Desa 2023.
  • Audit Finansial: Memeriksa aliran dana dan keabsahan kuitansi dalam SPJ desa.
  • Efek Jera: Memastikan bahwa uang negara yang seharusnya untuk kesejahteraan warga tidak disalahgunakan.

Masyarakat berharap agar pengawasan terhadap dana desa di Kabupaten Samosir semakin diperketat, mengingat besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat untuk pembangunan dari pinggiran. Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak Kepala Desa Pardomuan terkait tudingan tersebut.(JJN/01)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dana BOS Jadi Ajang Korupsi, LSM ICW-RI Minta APH Periksa Semua Kepala Sekolah

Berita

Kodim 1206/PSB Laksanakan Tes Garjas Periodik

Berita

Pemprov Kalbar Siapkan Lokasi alternatif Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Berita

Kecelakaan Mudik Tahun Ini Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Berita

Ny.Hj.Lismaryani Sutarmidji Jadi Nara Sumber Kegiatan Bunda Menyapa

Berita

Babinsa Koramil Teluk Batang Cek Alsintan Kelompok Tani di Wilayah Binaannya

Asahan

KONI Asahan Gelar Peningkatan SDM Pelatih Menuju PON 2024

Berita

H Dolly Pasaribu, SPt, MM, mengucapkan syukur atas capaian semua pihak terhadap hasil vaksinasi dosis pertama.