Samosir, Kompasnasional.com
Baru-Baru ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meresmikan Gedung Creative Hub Samosir di Pantai Indah Situngkir, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, sebagai upaya membangkitkan laju ekonomi kreatif pasca pandemi Covid-19.
Untuk diketahui, Creative Hub merupakan wadah kreativitas dalam bentuk infrastruktur fisik untuk pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan ide, bisnis, membangun jaringan, berorganisasi, dan mempererat ikatan antar komunitas Sektor ekonomi kreatif.
Bahwa Pembangunan Gedung Creative Hub dinyatakan memperoleh sokongan dana dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui mekanisme Bantuan Pemerintah, berupa fasilitas peralatan pengolahan kopi, sarana teknologi, dan audio visual system.
Bangunan itu memiliki luas area secara keseluruhan mencapai 1.000 meter persegi dan luas bangunan sebesar 460 meter persegi yang terbagi menjadi dua lantai.
Di lantai satu, akan dipakai untuk aktivitas pengolahan kopi mulai dari ruang processing, laboratorium uji rasa, ruang pengemasan, hingga ruang displai dan cafe guna menjual hasil produksi komunitas.
Sedangkan di lantai dua, terdapat ruang kelas multifungsi, co-working space, dan ruang rapat yang dapat digunakan antara lain untuk pelatihan, workshop, dan diskusi.
Saat ditemui awak media Kamis, (31/03/2022) Banggas Manurung Salah satu Pengelola Komunitas Kopi Asli Samosir Mengatakan, Sangat Berterima kasih kepada Kemenparekraf dan Pihak terkait atas adanya Pembangunan Creative Hub ini Sehingga Kami Bisa Berkreasi dan mengembangkan usaha Jenis Kopi Samosir ini.
Proses pembuatan kopi samosir Banggas mengaku ada 2 jenis kopi Arabika dan robusta dan tahapan tahapan Pengolahannya yakni tahap pertama yang harus dilalui penyortiran buah kopi samosir yang baru dipanen lalu yang kedua sebelum dikupas ada proses pengeringan terlebih dahulu lalu pemilihan biji kopinya yang berkualitas.
“Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengolah biji kopi menjadi bubuk. Cara kering atau cara basah, pengelolaan biji kopi dengan cara basah biasanya membutuhkan proses dan tahapan yang cukup panjang. Pengelolaan biji kopi kering tidak membutuhkan waktu yang lama Oleh karena itu kopi robusta atau biji kopi lain yang diolah dengan cara kering biasanya punya harga yang cukup dan terjangkau, ” Sebut Banggas Manurung.
(Candro Situmorang)







