Home / Berita

Jumat, 4 Juni 2021 - 23:07 WIB

Bupati Muda : Pulihkan Ekonomi Dengan Tembakul

Viewer: 382
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 56 Detik

KUBU RAYA KALBAR KOMPAS Nasional – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menilai, Sistem Pengembangan Perkebunan Unggul (Tembakul) merupakan langkah untuk memperkuat dengan upaya penguatan terhadap Corporate Social Responsibility (CSR).

“Apalagi ditengah pandemi COVID-19 ini, sektor perkebunan sangat menjanjikan, seperti yang kita lihat, masyarakat masih tetap produktif dan ini sangat tepat dalam melakukan pemulihan ekonomi daerah,” ungkap Bupati Muda usai melaunching Sistem Pengembangan Perkebunan Unggul “Tembakul” Berbasis CSR serta Sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Kubu Raya nomor 23 tahun 2021 tentang Pengembangan Perkebunan Unggul berbasis CSR Perusahaan Perkebunan, Kamis (3/6) pagi di Gardenia Hotel.

Muda menjelaskan, sistem pengembangan perkebunan unggul “Tembakul” berbasis CSR ini juga merupakan bagian dari strategi ‘kepong bekol’, sehingga kedepannya akan menjadi acuan, terutama pola-pola pengembangan perkebunan baik sawit maupun lainnya.

Sistem ini juga merupakan bagian dari stategi ‘kepong bakol’ yang telah diterapkan selama dua tahun terakhir ini.

Baca Juga  PRESIDEN JOKOWI PUJI WALI KOTA EDI KAMTONO

“Bergerak bukan hanya sekedar tugas, tapi punya tanggung jawab untuk memperkuat semua perekonomian di rumah tangga.

Dengan sistem tersebut, sasaran permasalahannya akan mudah dan cepat diselesaikan,” ujarnya.

“Semua stekholder lain termasuk yang utama perkebunan melalui korporasinya dan juga kelompok tani masyarakat desa serta koperasi-koperasi bisa benar-benar unggul,” tambah Muda.

Kedepan, Muda berharap, semuanya harus menyadari untuk bersama-sama berorientasi ekspor, sehingga akan menghasilkan pergerakan ekonomi yang cepat di Kubu Raya, terutama di masa pandemi Covid-19 ini,” harapnya.

Bupati mengatakan, saat ini penghasilan masyarakat Kubu Raya, kebanyakan melakukan aktivitasnya dengan perkebunan, baik sawit, kelapa, jahe, kopi, pisang, komoditi palawija maupun lainnya.

“Itu sangat berpotensi besar dan langkah ini akan berdampak pada pengurangan angka pengangguran dan akan menciptakan kehidupan yang layak bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga  Kapolres Sanggau Buka Pameran dan Festival Lomba Burung Berkicau Se-Kalbar dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-76

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perkebunan Elfizar Idrus mengatakan, di masa pendemi ini, sektor perkebunan dan masyarakat tidak terdampak.

“Namun masalah harganya sedikit turun.

Tapi khusus kelapa sawit, signifikan naik hingga mencapai Rp 2500 ribu perkilonya,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk perkebunan yang lain, sebagian besar harganya masih stabil.

“Yang lagi turun saat ini harga karet.

Untuk yang lain, Alhamdulillah masih dibilang stabil,” katanya.

Elfiza menambahkan, saat ini di Kubu Raya tengan mengembangan perkebunan pinang, kelapa, kopi dan juga karet serta rumah atau pengelolah pinang.

“Seperti contoh, sebelum ada rumah pinang, untuk mengeringkanya butuh waktu sampai berminggu-minggu, tetapi dengan adanya rumah pinang ini masyarakat bisa lebih cepat menunggu buah tersebut kering, bahkan bisa 1 minggu,” tutur Elfizar.

(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha S.H., M.H dan Firman Giawa S.H., M.H meraih suara terbanyak.

Berita

Tingkatkan Kemampuan Apkowil Satuan Jajaran, Kodam XII/Tpr Gelar Garpuan Intelter Satkowil TA 2022 

Berita

Bupati Tapsel : “Perlu Penyamaan Persepsi Dalam Pembangunan Tapsel”

Berita

Freeport Sebut RI Bisa Jadi Produsen Katoda Tembaga Terbesar Dunia

Berita

Kepedulian Prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/Gty melalui Karya Bakti Pembenahan Jalan Dusun 

Berita

Sampaikan Imbauan Pada Pemilik Lahan Satgas Tindak OPS Bina Polres Melawi*

Berita

Pemkab Tapsel Raih Penghargaan Digital Initiative Award Dari Bank Indonesia

Berita

Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Peringati Idul Adha dengan Bagikan Daging Kurban ke Masyarakat di Perbatasan