Kompasnasional | Boeing 737 Bawa 190 Orang Patah Dua saat Mendarat, Pilot dan Copilot Tewas, Korban Terus Bertambah
Pesawat Boeing 737 Air India Express yang membawa 190 orang kru dan penumpang mengalami kecelakaan saat mendarat di landasan pacu Bandara Internasional Kozhikode atau Bandara Kalipur, Kerala, India, Jumat (7/8/2020) malam.
Pesawat Boeing 737 Air India Express dengan nomor penerbangan IX 344, terbang dari Dubai menuju Kozhikode, mengalami overrun hingga keluar landasan dan badan pesawat patah dua.
Pesawat Boeing 737 Air India Express dengan nomor penerbangan IX 344 tengah menjalani misi “Vande Bharat” India, memulangkan warga India yang terperangkap di luar negeri akibat lockdown.
Rincian 190 orang yang dibawa pesawat ini adalah: 174 penumpang, 10 bayi, 2 pilot dan 4 awak kabin.
“Penerbangan Dubai-Kozhikode Air India (IX-1344) tergelincir saat mendarat di Bandara Karipur sekitar pukul 19.45 hari ini,” kata juru bicara polisi Kondotty seperti dikutip oleh ANI.
“Ada 6 awak pesawat, termasuk dua pilot,” kata Air India Express.
Penerbangan Dubai-Kozhikode Air India Express jatuh ke lembah setelah mendarat di Runway 10 Bandara Karipur dan pecah menjadi dua bagian.
Co-pilotnya Kapten Akhilesh Kumar juga meninggal, lapor AsiaNet.
Seorang penumpang selamat saat dikutip oleh saluran TV Malayalam Janam mengatakan setelah pesawat tergelincir dari landasan pacu, beberapa menit, bagian depan pesawat patah.
Penumpang yang berada di kursi depan pesawat mengalami luka-luka dan tewas.
Sedangkan penumpang yang berada di bagian belakang pesawat berhasil lolos dengan luka ringan.
Menurut akun yang memantau pergerakan pesawat, Boeing 737 Air India Express IX 344, melakukan dari tiga upaya pendaratan.
Yang pertama melewati landasan pacu 10, yang kedua melewati landasan pacu 28, dan yang ketiga kembali ke landasan 10 ketika kecelakaan terjadi.
Korban tewas pertama dalam insiden tragis itu adalah sang pilot.
Kapten DV Sathe didampingi oleh Kapten Akhilesh Kumar sebagai co-pilot, yang terluka parah dan dipindahkan untuk perawatan tetapi kemudian dilaporkan meninggal.
Kapten DV Sathe adalah pensiunan Angkatan Udara India dengan pengalaman terbang lebih dari 30 tahun.
Ia lulus dari kursus ke-58 di Akademi Pertahanan Nasional.
Sathe dilaporkan lulus dengan ‘Pedang Kehormatan’ dari Akademi Angkatan Udara.
Sathe ditugaskan dengan Angkatan Udara India pada tahun 1981 dan pensiun pada tahun 2003 sebagai pilot uji andal, lapor outlet India.
Di Air India, Sathe dilaporkan menerbangkan Airbus 310 sebelum mengambil penerbangan komersial Boeing 737 untuk Air India Express.
Kecelakaan pesawat besar terakhir di India terjadi pada tahun 2010 ketika sebuah Boeing 737-800 Air India Express dari Dubai ke Mangalore keluar landasan dan terbakar.
Kecelakaan itu menewaskan 158 orang dan delapan orang selamat.(TMN/Red)






