Home / Asahan / Berita / Daerah / Kesehatan / Reviews

Kamis, 22 Februari 2018 - 12:41 WIB

Balita Penderita Gizi Buruk Butuh Perawatan

Viewer: 1533
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 40 Detik

KompasNasional.com, Tanjungbalai || Zikri, bayi yang baru berusia 11 bulan, selalu tampak gelisah dan menangis seakan menahan sakit, meski berada di dekat ibunya.

Anak ke-4 dari 5 bersaudara, buah perkawinan dari pasangan Surip (26) dan Irma Lubis (27), ternyata mengalami gizi buruk. Irma Lubis, ibu kandung Zikri, yang ditemui di kediamannya di Jalan Anggur, Lingkungan IV, Kelurahan Pantai Johor, Kecamatan Datuk Bandar, Tanjungbalai, mengatakan, dia dan suaminya tak mampu membawa bayi mereka itu ke rumah sakit untuk berobat.

Diakui Irma, dia mendapat bantuan berupa susu dan roti dari petugas Puskesmas kelurahan untuk Ziksi. Namun, karena keterbatasan biaya, dalam dua bulan terakhir ini, anaknya itu belum sekali pun mendapat pemeriksaan mau pun perawatan medis.

Baca Juga  Pj Danramil Tanah Pinoh Berikan Himbauan Tentang Bahayanya Covid-19

“Aku tahu kalau anak ku ini terkena penyakit gizi buruk setelah ku bawa berobat ke Puskesmas. Dia (Zikri), kata Bidan Puskesmas yang bernama Erna, terkena gizi buruk sudah selama dua bulan. Mereka memberikan susu dan roti,” beber Irma kepada Metro24Jam, Rabu (21/2/2018).

Untuk terus membiayai Zikri berobat ke rumah sakit, kata Irma, dia bersama suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan itu, tidak memiliki cukup biaya.

“Suamiku kerjanya cuma buruh bangunan dengan penghasilan setiap harinya sebesar Rp80 ribu. Anak kami semuanya 5 orang. Dengan penghasilan sebesar itu, tak mampu kami membawanya berobat ke rumah sakit,” katanya.

Sepanjang pembicaraan dengan ibunya, Zikri memang terlihat selalu merengek dan menangis dan terbatuk-batuk. Kondisi badannya juga terlihat kurus dan lemah, tidak seperti bayi-bayi normal pada umumnya.

Baca Juga  Resmi Buka Musrenbang RKPD Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2023 Bupati Tapanuli Utara Prioritas Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Tinggal di rumah, mungkin lebih tepat disebut gubuk, dengan dinding tepas dan papan yang sudah mulai lapuk, kehidupan keluarga Irma Lubis bersama suami dan anak-anaknya bisa dibilang memang jauh dari kata cukup. Tak terlihat ada kamar di dalam rumah.

Tidur pun hanya beralaskan tikar plastik dengan bantal usang. Dengan kondisi itu, Irma berharap, Pemerintah Kota Tanjungbalai bisa membantu mereka untuk membawa Zikri berobat ke rumah sakit. “Dia sering menangis dan batuk.

Berat badannya cuma 4,5 kilo. Mudah-mudahan Pemko [Tanjungbalai] mau membantu mengobati anak kami ini,” tuturnya sedikit terbata-bata.(M24J/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Kapuas Hulu Membuka Open turnamen Voli Junior

Arsip

Sah! Hakim Menolak Eksepsi Ahok

Berita

MTQ Ke-1 Desa Sipungguk Resmi ditutup, Kades : Semoga Bisa Memupuk Kecintaan Masyarakat Terhadap Alquran

Berita

Independensi DPR jadi Sorotan dalam Pemilihan Gubernur BI

Berita

FKW Prihatin Land Mafia Di Kalbar Masih Marak Terjadi

Berita

SUANDI, H. UMARDANI DAN UNTUNG LAKUKAN PENGGELAPAN PAJAK GALIAN C BERJEMAAH.

Berita

MUI: Paham Hakekok Balakasuta Sesat

Berita

Bupati Kapuas Hulu Tutup Turnamen Sepakbola Rajawali Cup 2022 Di Desa Nanga Yen