Viewer: 558
0 0

Home / Kreatif

Sabtu, 19 Desember 2020 - 08:10 WIB

Balada Calo Rapid Test di Stasiun Senen

Viewer: 559
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 53 Detik

Kompasnasional l Salah satu calo, yang menggunakan jaket ojek daring dan topi berwarna hitam, menawarkan jasa itu kepada Republika. Harga rapid test Rp 95 ribu. Sedangkan pengurusan SKS Rp 45 ribu. Jika setuju, biaya bertambah Rp 40 ribu untuk ongkos perjalanan ke klinik.

“Udah banyak yang saya bantuin. Tuh yang dua orang juga saya yang bantuin. Ayo, bentar kok Bang. Saya antarin sekarang,” kata pria paruh baya itu sembari menunjuk dua calon penumpang yang sedang duduk di lantai pintu masuk stasiun.

Dia berupaya meyakinkan dengan menyebut prosesnya tak makan waktu lama. Sebab, kata dia, klinik tempat rapid test itu berlokasi di sekitar Fly Over Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Jurus lainnya adalah soal keabsahan hasil rapid test. Ia berkali-kali meyakinkan bahwa jasa rapid test yang ditawarkan adalah orisinal. Ia lantas menyebut bahwa pihak stasiun tak akan mengakui hasil rapid test dari tiga klinik lantaran pernah memberikan hasil tes palsu.

Baca Juga  Punya Peternakan Sapi Terbesar di Jakarta, Pria Ini Kantongi Miliaran Rupiah

“Kita udah dibilangin sama orang dalam stasiun, jangan ke klinik yang tiga itu. Klinik yang saya ini aman,” ucapnya.

Jurus lainnya adalah soal keabsahan hasil rapid test. Ia berkali-kali meyakinkan bahwa jasa rapid test yang ditawarkan adalah orisinal. Ia lantas menyebut bahwa pihak stasiun tak akan mengakui hasil rapid test dari tiga klinik lantaran pernah memberikan hasil tes palsu.

“Kita udah dibilangin sama orang dalam stasiun, jangan ke klinik yang tiga itu. Klinik yang saya ini aman,” ucapnya.

Dua calon penumpang, yang menggunakan jasa calo sempat memperlihatkan hasil rapid test-nya kepada Republika. Remaja berusia 20-an tahun itu mengaku proses rapid test menggunakan jasa calo hanya memakan waktu 30 menit. “Saya hasilnya nonreaktif,” kata pria yang hendak bertolak menuju Surabaya itu.

Baca Juga  Siasat Penjual Kue Keranjang Khas Imlek, Dagang Online demi Cuan

Sementara itu, di salah satu sudut di area pintu masuk stasiun, tampak empat calo menatap tajam ke arah antrean penumpang yang hendak menaiki kereta. Mereka menunjuk-nunjuk seseorang yang sedang mengantre untuk memperlihatkan hasil rapid test.

“Itu dia yang pakai topi putih. Kalau mental gimana Bang?” kata salah satu di antara mereka. Sosok bertopi putih yang mereka tunjuk adalah salah seorang pemakai jasa cek kesehatan mereka.

Pertanyaan itu tak segera mendapat jawaban. Mereka masih fokus memperhatikan proses pengecekan hasil rapid test oleh petugas. Sampai akhirnya salah satu di antara mereka berkata, “Tembus itu. Itu dia lagi diperiksa. Nah tembus kan.”(R/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

5 Lukisan ‘Tak Jelas’ Ini Dijual Miliaran, Bahkan Hingga Triliunan Rupiah!

Berita

Kisah Soes Toer, Adik Pramoedya Ananta Toer yang Kini Jadi Pemulung

Kreatif

Profesor Indonesia Raih Penghargaan Dosen Terbaik dari Universitas Jerman

Kreatif

Lure Buatan Guru SD di Purworejo Tembus Pasar Mancanegara

Kreatif

Masker Batik Bantu Eropa Cegah Corona

Kreatif

Ketagihan Berdagang saat Tugas Penyamaran, Yoyok Pilih Pensiun dari TNI AD

Kreatif

Mitsubishi Pajero Sport Kena Digimods Jadi Angkot Bogor, Kelir Dual Tone, Pintu Tengah Berubah Menjorok

Kreatif

Nyaris Bangkrut karena Corona, Perusahaan Ini Langsung Bangkit setelah Laris manis Jualan Batu seharga Rp 200 Ribuan