Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Setelah mengetahui peserta didiknya terkonfirmasi positif Covid-19, SMA Negeri 1 Kota Pematangsiantar bertindak sigap dan gerak cepat dalam penanganan pencegahan penyebaran virus tersebut dengan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kelas dan lingkungan sekolah.
Kepala SMA Negeri 1 Pematangsiantar, Bona Sihombing melalui Kepala bidang kesiswaan SMA Negeri 1 Pematangsiantar, Ramli Simanjuntak mengatakan, penyemprotan disinfektan dilakukan saat itu juga setelah mendapatkan informasi bahwa ada muridnya yang terpapar Covid-19.
“Kami tidak mau berlama – lama lagi ketika puskesmas menyatakan ada murid yang terpapar. Langsung kami melakukan penyemprotan disinfektan seluruh ruang kelas dan lingkungan sekolah. Sebelumnya, siswa-siswi dipulangkan untuk belajar di rumah secara daring untuk sementara,”ucap Ramli melalui sambungan telepon, Minggu (6/2/22).
Dia menjelaskan saat ini pihak sekolah telah menghentikan sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Rencananya proses belajar tatap muka akan dibuka kembali tanggal 14 Februari 2022.
Dalam penyemprotan tersebut, kata Ramli, pihaknya tetap mengikuti panduan yang diberikan Dinas Kesehatan melalui puskesmas baik meliputi bahan disinfektan yang digunakan, komposisi dan volumenya.
“Pihak sekolah SMA Negeri 1 Pematangsiantar mengambil kebijakan untuk melakukan kegiatan proses belajar secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau online untuk sementara waktu,” jelas dia.
Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini siswa yang terpapar Covid-19 itu langsung ditangani pihak puskesmas dan Satgas Covid-19 Kota Pematangsiantar untuk diobati, dan bisa segera sembuh serta bisa belajar kembali.
Untuk kedepannya, ucap Ramli, saat pembelajaran dibuka kembali, pihaknya akan terus mengingatkan agar seluruh warga satuan pendidikan baik itu guru dan tenaga pendidik serta muridnya untuk mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 yang semakin meluas lagi.
“Hal ini sesuai instruksi dari Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Siantar, James Andohar Siahaan, untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus tersebut, prokes harus dilakukan secara ketat. Mengingat kasus Covid-19 yang semakin melonjak khususnya varian omicron,”pungkasnya.
Toni Tambunan.






