Home / Berita

Kamis, 14 September 2023 - 10:19 WIB

Jokowi Pastikan Tarif Kereta Cepat Tidak Disubsidi, Operator Usul Rp 300 All In

Viewer: 211
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 52 Detik

Jakarta, jejaknasional.com – Pemerintah tengah menggodok besaran tarif untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Dipastikan, kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu tak akan mendapatkan subsidi tarif alias Public Service Obligation (PSO).

Hal ini ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), usai menjajal kereta tersebut. Jokowi mengatakan, tarif ini akan diputuskan lebih lanjut oleh operator yang dalam hal ini ialah PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Keputusan juga akan berdasarkan hasil konsultasi bersama dengan Kementerian Perhubungan

“Tidak ada subsidi,” tegasnya, dalam konferensi pers di Stasiun Kereta Cepat Padalarang, Kabupaten Bandung, Rabu (13/9/2023).

Walaupun harga tiket berpotensi jadi mahal tanpa adanya subsidi, Jokowi menjamin tarif akan benar-benar diperhitungkan agar transportasi ini mampu membuat masyarakat tertarik menggunakannya.

“Itu dia. Semuanya kan ada kalkulasinya, semuanya ada hitung-hitungannya. Mestinya. Tapi apapun yang paling penting, kita ingin mendorong agar masyarakat berpindah dari mobil ke transportasi massal, baik itu kereta cepat, MRT, LRT, bus,” jelasnya.

Baca Juga  KPK Panggil Dirjen Daglu Kemendag Terkait Kasus Dugaan Suap Impor Ikan

Sementara saat ditanya apakah peresmiannya akan dilangsungkan pada 1 Oktober 2023 ini, Jokowi belum dapat memastikannya. Namun ia menegaskan, peresmian akan dilangsungkan pada awal Oktober.

“Iya awal Oktober. Jangan dipikir nanti saya mengejar-ngejar (target), yang menentukan tetap dari manajemen kereta cepat,” ujarnya.

Dengan adanya moda transportasi baru ini, Jokowi berharap, bisa terjadi perpindahan dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik. Dengan demikian, kereta ini bisa membantu mengurai kemacetan dan mengurangi polusi udara, utamanya di jalur Jabodetabek-Bandung.

Operator Usulkan Tarif Rp 300 Ribu Sudah All In

Sementara itu, Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya mengusulkan tarif KCJB sebesar Rp 300 ribu. Besaran itu sudah termasuk tarif LRT ke Stasiun Halim, serta kereta api feeder dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung.

Baca Juga  Perubahan Nomen klatur, Gubernur Kalbar Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pertama

“Kita sih mengusulkan Rp 300 ribu. Sudah dengan feeder (dari Stasiun Padalarang ke Bandung), LRT (ke Stasiun LRT Halim). Tapi kan masih kita diskusikan dengan KAI dan LRT,” katanya, saat ditemui di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta Timur, Rabu (13/9/2023).

Sementara untuk tarif keretanya sendiri tanpa feeder dan LRT, KCIC mengusulkan besarannya Rp 250 ribu per penumpang untuk kelas premium ekonomi. Berbeda dengan tarif untuk kelas di atasnya yang akan terus mengalami penyesuaian.

“Soalnya kan first class dan business class kan pasti kita menggunakan dynamic pricing. Karena segmennya kan berbeda, segmented lah kalau itu,” jelasnya.

(YA/Dtk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Disdukcapil Kota Pontianak Sediakan Mobil Keliling

Berita

Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 3 Pematangsiantar Bangun Ruang Praktek Siswa Perhotelan

Berita

Ciptakan Kompetensi Peserta Didik, SMKN 2 Pematangsiantar Akan Wujudkan “Link and Match”

Berita

PERUBAHAN NOMENKLATUR SKPD TOBA MENJADI ALASAN ASN TOBA BELUM GAJIAN

Berita

Pangdam XII/Tpr Bersama Forkopimda Ikuti Peringatan Detik-Detik Proklamasi Secara Virtual

Berita

Pemko Psp Terima 5 Unit Kursi Roda Dari PT Taspen Pematang Siantar

Berita

Tingkatkan Kepedulian Masyarakat Terhadap Aset Kelistrikan, Ini yang Dilakukan PLN UP3 Pontianak

Berita

Di ASEAN, Serangan Siber Bisa Sebabkan Kerugian USD 750 Miliar