Samosir, Kompasnasional.com | “Mungkinkah, Wisatawan masih tertarik ke Objek Wisata Air terjun Sampuran Batu Jagar Palipi Jika jalannya aja Seperti kubangan kerbau dan rusak parah?”
Sepanjang ruas jalan kurang lebih 4 KM ke objek wisata Batujagar Desa Pardomuan Nauli Kecamatan Palipi hancur lebur Seperti kubangan kerbau akibat proyek dinas pariwisata kabupaten samosir.
Saat di kunjungi Kompasnasional.com Senin, (29/11/2021), Usdin Situmorang warga setempat mengatakan sebelum pelaksanaan pembangunan objek berjalan di wisata sampuran Batu jagar para warga yang ada di dusun 3, sudah mediasi kepada kepala desa Pardomuan Nauli Parik Sinaga, Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Polin Manurung, Togar Siboro, yang di undang oleh para kontraktor yakni: Lindon Sihombing, Jogar Simbolon, Duma Gultom sebagai penanggung jawab proyek untuk berkumpul di rumah salah satu warga di huta sosor harangan” dan saat itu juga peletakan batu pertama pekerjaan tersebut.
Lanjut usdin ketika mediasi kepada kontraktor, sebagai warga ia menyampaikan keluhannya dan meminta bahwa akses jalan mereka disisip dengan Pasir berbatu atau sertu.
Namun janji itu tidak terealisasi sampai pembangunan 90 % selesai sehingga masyarakat resah bahkan sampai melarang para supir untuk mengangkut material ke proyek tersebut,”Ujarnya
“Kami senang apabila pembangunan ada di dusun kami ini, apalagi ini salah satu objek wisata di samosir, namun kalau sepanjang jalan menuju objek ini menjadi rusak kami tidak senang, apalagi jalan ini terbentuk hasil dari tenaga kami yang bergotong royong bukan karena alat berat dari pemerintah kabupaten Samosir, namun karena Cangkol kamilah.
Kami berharap objek wisata sampuran Batujagar mau dibangun secara terus menerus tapi tolong lah dibangun pemerintah Kabupaten Samosirlah Untuk apa pembangunan objek sampai menghabiskan anggaran miliaran rupiah, namun jalan menuju akses amblas kurang lebih 4 KM itu omong kosong”
seolah-olah pembangunan tanpa perencanaan atau hanya menghabiskan anggaran saja”
Jadi kami berharap kalau ada pembangunan tempatkan lah pada skala prioritas dengan perencanaan yang benar supaya uang negara tepat pada sasarannya,” Sebut Usdin.
(Candro Situmorang)






