Pontianak Kalbar KOMPAS NASIONAL-Urai Kemacetan, salah satu Tokoh Pemuda Pontianak Timur Ahmad Damiri,S.Pd. mengungkapkan “, kami berharap kepada Pemerintah agar segera Membangun duplikasi Jembatan Kapuas I agar kemacetan dapat teratasi “
Ahmad Damiri , juga salah seorang pengguna jalan dan bahkan sering, yang sehari-hari melintas, mengaku kesal sering terjebak macet di pagi hari ketika akan berangkat bekerja.
“Semrawut , macet parah kalo pagi dan sore,” ujar Damiri.
Damiri “ juga mengaharapkan dengan adanya perjanjian kerja sama ini, antara pemerintah Pusat dan Pemerintah kota Pontianak serta Pihak yang terkait , agar segera membangun Duplikasi jembatan Kapuas 1.
Pada dasarnya kota Pontianak merupakan suatu kawasan kota yang dipisahkan oleh sungai dimana sebagai jalur penghubung telah dibangun Jembatan Kapuas I yang mampu membuka keterisolasian akses jalur antara Kecamatan Pontianak Kota ke Kecamatan Pontianak Timur dan ke Pontianak utara,satu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan Jembatan Kapuas I telah berhasil merangsang pertumbuhan sosial dan ekonomi penduduk kota Pontianak.
Namun seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan ekonomi akan mempercepat pula pertumbuhan akan lalu lintas, salah satunya adalah pertumbuhan jumlah kendaraan.
Seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan di kota Pontianak ini maka kendaraan yang melalui jembatan Kapuas I akan semakin bertambah menjadi Padat merayap sehingga tingkat kemacetan lalu-lintas di Kota Pontianak semakin bertambah dari tahun ketahun serta terjadinya kemacetan lalu lintas yang sangat luar biasa.
Kemacetan ini terjadi juga di Jembatan Kapuas I, dimana terjadi penumpukan kendaraan terutama pukul 07.00 WIB saat anak – anak berangkat sekolah dan warga berangkat kerja dan pukul 16.00 WIB – 18.00 WIB, jalan kembali macet karena warga pulang kerja serta setiap hari sabtu dan minggu jumlah kendaraan roda empat dari luar kota yang ingin masuk ke Kota Pontianak melalui Jembatan Kapuas I sangat banyak, sehingga menimbulkan antrian panjang kendaraan yang berdempet tiadak bisa membuat jarak antara kendaraan satu ke yang lainnya.
Setiap hari nya menyebabkan kemacetan kendaraan bergerak setengah meter dengan makan waktu ber jam jam.
Walaupun sudah ada Duplikasi Jembatan Tol Landak tapi tidak mengurangi kemacetan yang terjadi di kawasan Jembatan Kapuas I.
Kami berharap pemerintah kepada pusat segera merealisasikan pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I.
Menurut Ahmad Damiri kehadiran duplikasi jembatan tersebut merupakan jalan keluar untuk mengatasi kemacetan yang setiap hari terjadi, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Pontianak Selatan dengan Kecamatan Pontianak Timur dan Pontianak Utara tersebut.
Selain masyarakat kota Pontianak juga masyarkat Kalbar sebagai pengguna jembatan tol Kapuas 1 tersebut masyarakat mendambakan kehadiran duplikasi jembatan itu.
“Adanya dupikasi Jembatan Kapuas I mendesak, karena kondisi jembatan sudah sangat tua yang bangun pada tahun 1980 di resmikan oleh presiden Soeharto.
Kami kawatirkan terjadi musibah yang tidak kita inginkan
Harapan terahir kami masyarakat d Kalbar agar bapak presiden Joko Widodo dan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga
Agar segera di bangun karna dengan di bangun Duplikasi kemacetan akan terurai, juga sebagai upaya pemulihan konektivitas penghubung Kota Pontianak dengan Pontianak timur dan Pontianak Utara.
Pembangunan jembatan Duplikasi memiliki peran penting sebagai tulang punggung pengembangan konektivitas antar-wilayah dalam rangka memperlancar distribusi logistik.
“Konektivitas yang semakin lancar akan mengurangi biaya angkut kendaraan logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,”
Dengan demikian masyarakat Pontianak Kalbar berharap pembangunan Duplikasi jembatan Kapuas 1 kami tunggu realisasinya.
Hasnan Sutanto







