Home / Headline News

Selasa, 16 Maret 2021 - 22:00 WIB

Jhoni Allen Masih di DPR, Demokrat: Secara Moral dan Etika Harusnya Tidak Hadir

Viewer: 432
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 55 Detik

Kompasnasional l Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, secara moral dan etika, seharusnya Jhoni Allen Marbun tidak hadir dalam rapat Komisi V DPR karena statusnya yang sudah diberhentikan dari Partai Demokrat.

“Seharusnya Jhoni Allen dalam kondisi status quo, dan tidak hadir. Hanya secara hukum, dokter hewan Jhoni Allen masih punya hak,” kata Herzaky saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/3/2021).

Pernyataan tersebut disampaikan Herzaky untuk merespons kehadiran Jhoni Allen pada saat rapat kerja Komisi V DPR bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa (16/3/2021).

Herzaky menegaskan, Partai Demokrat memang telah memproses pemberhentian Jhoni Allen selaku anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat.

Namun, Partai Demokrat hingga kini masih menunggu surat tersebut ditujukan dari DPR kepada Presiden selaku pengambil keputusan pemberhentian anggota dewan.

Baca Juga  Polri: Tak Ada Denda Bagi Warga Telat Urus SIM Saat Layanan Ditutup Imbas Corona

“Surat resmi telah kami kirimkan ke pimpinan DPR RI. Selanjutnya kami tinggal menuju surat tersebut diteruskan ke Presiden RI. Karena yang berhak memberhentikan anggota DPR RI secara resmi adalah Presiden RI, berdasarkan permintaan partai politik asalnya,” ucap dia.

Lebih lanjut, kata dia, mengingat Jhoni Allen masih menggugat pemecatannya di pengadilan, masih ada waktu selama maksimal 60 hari sebelum diberhentikan dari DPR.

Setelah itu, masih ada waktu maksimal 30 hari selama proses kasasi.

Herzaky mengatakan, Demokrat saat ini sedang memproses pengganti Jhoni Allen di DPR.

“Sehingga, ketika keputusan dari Presiden sudah keluar, maka kami sudah siap dengan penggantinya. Masih banyak tugas berat membantu rakyat yang menanti kami,” ucap dia.

Di sisi lain, Demokrat sudah tidak berharap kesadaran etik dari para pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD), termasuk Jhoni Allen.

Baca Juga  Pemilik 89 Paket Sabu-Sabu di Inhil Tak Berkutik Saat Diringkus Polisi

Sebab, menurut dia, hal tersebut sangat tidak mungkin terjadi. Ia menilai, pelaku GPK-PD telah bersikap menafikan etika dengan cara mengkudeta kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Selama ini mereka sudah mempertontonkan secara terang benderang, perilaku yang menafikan etika, norma, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku mentang-mentang didukung oknum kekuasaan,” ucap dia.

Anggota DPR dari Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun menghadiri rapat kerja bersama Komisi V DPR, Selasa (16/3/2021).

Kehadiran Jhoni Allen itu pun langsung disambut meriah peserta rapat Komisi V. Sebab, Jhoni merupakan sosok yang ramai dibicarakan setelah muncul isu kudeta di Partai Demokrat.
Saat Jhoni Allen hadir dalam rapat, ada suasana menarik di mana para anggota Komisi V menyebut ia dengan kata ‘Sekjen’ atau Sekretaris Jenderal.
(KC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru tinjau program Warteg Peduli Sabtu (4/4/2020)

Berita

Ketua LMA Papua Apresiasi Kapolres Jakarta Barat Kelahiran Papua Yang Peduli dengan Warga terdampak Pandemi Covid 19
Pencuri Ditelanjangi di Tol Tanjungmorawa 2 Orang Lainnya Babak Belur, Videonya Viral di Facebook

Berita

Pencuri Ditelanjangi di Tol Tanjungmorawa 2 Orang Lainnya Babak Belur, Videonya Viral di Facebook
foto Anies bicara tentang hikmah Sumpah Pemuda

Berita

Ini Sejumlah Tempat yang Akan Didatangi Anies Baswedan saat di Medan

Headline News

Delegasi Negara Peserta W-20 Mulai Check In di Niagara Hotel Parapat
Foto Ilustrasi pernikahan

Berita

Pria 68 Tahun di Tanjungbalai Nikahi Remaja Berusia 15 Tahun

Berita

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Headline News

Dari Pagi hingga Siang Cacing Tak Henti Keluar dari Tanah dalam Jumlah Banyak

Berita

11 Nelayan di Rajabasa, Lampung Selatan, Masih Hilang Akibat Tsunami