Home / Politik

Minggu, 14 Maret 2021 - 16:37 WIB

BW Sebut Brutalitas Demokratik Terjadi Era Jokowi, Ngabalin: Geli dan JijikBW Sebut Brutalitas Demokratik Terjadi Era Jokowi, Ngabalin: Geli dan Jijik

Viewer: 414
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

Kompasnasional l Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengomentari pernyataan pengacara Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Bambang Widjojanto (BW) yang menilai brutalitas demokratik terjadi di era Presiden Jokowi.

“Waktu saya ditanya, apa komentar saya atas pernyataan Bambang Widjoyanto, saya bilang lucu, geli, dan jijik,” kata Ngabalin dikutip Suara.com dari tayangan yang diunggah di Twitter @AliNgabalinNew pada Sabtu (13/3/2021).

Ngabalin merasa tergelitik karena urusan internal Partai Demokrat yang terjadi setelah KLB di Deli Serdang malah berujung pada bulan-bulanan terhadap Presiden Jokowi.

Baca Juga  Survei Poltracking Pilkada Surabaya Dinilai Ada yang Tak Masuk Akal

Menurut dia, hal itu merupakan kerangka berpikir yang keliru. Pernyataan Bambang Widjojanto tersebut kata dia menyesatkan rakyat.

“Ini kerangka berpikir yang keliru, tidak hanya sesat, tapi menyesatkan, dimana logikanya ada masalah internal Parpol kemudian Parpol dinilainya telah diserang, kemudian negara kekuasaan dan pemerintah yang sah diserang,” ujarnya.

Ngabalin kemudian menyoroti penggunaan diksi ‘brutal’ sebagaimana diucapkan oleh Bambang Widjojanto. Menurut dia, kata tersebut lucu dan butuh referensi lebih kuat lagi.

“Brutal itu kasar, kurang ajar, biadab, tidak tahu aturan, siapa yang anda maksud dengan brutal di era demokrasi, di era Jokowi, yang anda maksud brutal yang siapa, siapa yang kurang ajar, siapa yang kasar, yang biadab, yang anda maksud siapa?” tanya Ngabalin tegas.

Baca Juga  Calon Wali Kota Dumai Jadi Tersangka Pelanggaran Pilkada

Ngabalin mengatakan, pemerintah telah beberapa kali memberi keterangan sah. Oleh sebab itu, pihak lain diminta untuk melihat dengan hati nurani dan akal sehat.
“Masak ada seorang tokoh seperti Bambang Widjojanto komentarnya seperti itu. Aduh sayang sekali. Jadilah pengelola hukum, pengacara profesional, pembela hukum kan penegak hukum, jadi jangan menabrak hukum. Kalau kehabisan argumentasi jangan menyerang ke sana kemari,” tukasnya keras. (SC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ketua umum partai garuda ahmad ridha sabana

Berita

Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

Politik

Harapan politisi senior Partai Demokrat terkait figur kepemimpinan partai

Internasional

Kursi Pemimpin Korea Utara Bakal Dikudeta Adik Kim Jong Un, Pakar Ungkap Gerak-gerik Aneh Kim Yo Jong

Politik

Nasdem Usung Mantan Napi Koruptor di Pilkada Sulut

Politik

Munaslub Tetap Digelar, Muchdi PR Ditetapkan Jadi Ketua Umum Partai Berkarya Periode 2020-2025

Politik

Humor Gus Dur: Mengaku Keturunan Tionghoa

Politik

Marzuki Alie: Pak Jokowi Jangan Marah, Nanti Sakit, yang Rugi Rakyat
Foto ini didistribusikan oleh pemerintah Korea

Berita

Semenanjung Korea Panas: Korut dan Korsel Saling Serang