Home / Berita

Sabtu, 23 Januari 2021 - 22:29 WIB

Otak manusia memiliki sel saraf lebih banyak daripada jumlah bintang di galaksi ‘

Viewer: 537
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 57 Detik

Kompasnasional l Meskipun banyak kemajuan telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir, otak tetap merupakan organ yang misterius dan kompleks, penuh dengan rahasia yang menanti untuk dibuka.

Dari sekian banyak penelitian tentang otak, hanya segelintir orang yang memiliki pengetahuan tentangnya seperti Facundo Manes. Ia telah menjadikan otak sebagai subjek studi yang ia teliti.

Manes, yang lahir di Argentina, meraih gelar doktor di bidang sains dari University of Cambridge, gelar tertinggi diberikan untuk penelitian terkemuka di bidang ilmiah.

Ia telah menerbitkan sejumlah buku dan memandu program televisi yang bertujuan memberi pengetahuan kepada publik tentang perekembangan ilmiah terbaru dalam ilmu saraf.
Dalam buku tersebut, keduanya membongkar isu-isu kontemporer seperti dampak teknologi baru pada otak, neuroetika, dan peran sains sebagai mediator dalam masalah sosial.

Otak menarik karena, di antara kualitas-kualitas lainnya, adalah satu-satunya organ tubuh yang mencoba menjelaskan dirinya sendiri.

Baca Juga  Penyemprotan Disinfektan Kandang Ternak Sapi Oleh Satgas Operasi Aman Nusa II Polda Kalbar

Kita bisa menyadari semua yang kita lakukan berkat otak, mulai dari bernapas, membaca wawancara ini hingga menanyakan pertanyaan filosofis.

Otak adalah struktur paling kompleks dan penuh teka-teki di alam semesta. Organ itu juga berisi lebih banyak neuron (sel saraf) daripada jumlah bintang di galaksi.

Sebarapa banyak yang kita ketahui tentangnya?
Selama beberapa dekade terakhir, kita telah belajar lebih banyak tentang otak daripada semua sejarah manusia.

Sekadar menyebutkan beberapa penemuan: penelitian menunjukkan bahwa ingatan, bertentangan dengan persepsi umum, bukanlah kotak tempat kita menyimpan ingatan, tetapi itu adalah ingatan terakhir kita.

Kita tahu sekarang bahwa neuron terus menerus diciptakan sepanjang hidup kita, bahkan di masa dewasa.

Penelitian lain membuat kita memiliki pemahaman yang lebih baik tentang empati, area penting dalam otak yang berkaitan dengan bahasa, mekanisme emosi otak, dan sirkuit saraf yang terlibat dalam melihat dan menafsirkan dunia di sekitar kita.

Baca Juga  Edi Kamtono Apresiasi HMI Dukung Program Vaksinasi

Kemajuan signifikan telah dibuat dalam deteksi dini penyakit kejiwaan dan neurologis, dan kita memperdalam pengetahuan kita tentang proses pembelajaran.

Pengetahuan kita tentang otak berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup baik individu maupun masyarakat secara keseluruhan.

Sepanjang hidup kita, otak kita terus-menerus berubah. Maka dari itu, otak adalah organ yang fleksibel dan adaptif.

Neuroplastisitas, kapasitas sistem saraf untuk memodifikasi atau beradaptasi terhadap perubahan, memungkinkan neuron untuk mengatur ulang sendiri dengan membentuk koneksi baru dan menyesuaikan aktivitasnya sebagai respons terhadap perubahan lingkungan.

Dengan kata lain, pengalaman kita mengubah otak kita secara permanen.

Ini adalah salah satu mekanisme utama yang membuat spesies kita berevolusi dan beradaptasi dari waktu ke waktu. (BBCC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dosen-dosen yang Dukung Mahasiswa Berdemo, Beri Nilai A dan Liburkan Kuliah

Berita

Kasdam XII/Tpr Pimpin Sidang Pantukhir Caba PK TNI AD Sumber Reguler

Berita

Pangdam XII/Tpr dan Gubernur Kalbar Launching Pembangunan Percepatan Desa Mandiri

Berita

Bangun Taman Burung di Kolam Renang Ampera Sebagai Pusat Rekreasi Impian keluarga

Berita

Bupati Tapsel : Peran Santri Dalam Pertahankan Kemerdekaan dan Mewujudkan Pembangunan Sangat Besar

Berita

Dua Dosen Unka Pelaku Literasi terima penghargaan dari Dinas Perpustakaan dan kearsipan daerah kabupaten Sintang

Berita

Atasi Kesulitan Warga, Personel Koramil Meliau Gotong Royong Perbaiki Jalan yang Rusak*

Berita

Polda Kalbar Gelar Kekuatan Untuk Amankan Imlek Tahun 2021