Viewer: 833
0 0

Home / Berita

Jumat, 18 Desember 2020 - 10:21 WIB

Gubernur Kalbar : Harga Sawit Jangan Sampai Anjlok Baru Mau Melakukan Peremajaan

Viewer: 834
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

Kompas Nasional | Pontianak Kalbar – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji, Skoon .H., M.Hum., menghadiri Pengukuhan Pengurus APKASINDO Dewan Pimpinan Wilayah Kalbar Periode 2020-2025 dan Forum Petani Kelapa Sawit dengan tema “Penguatan Kemitraan Pelaku Usaha Perkebunan Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit” di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (17/12/2020).

Dalam sambutannya, Gubernur Kalbar mengatakan upaya peremajaan sawit sangat didukung oleh Pemprov. Kalbar, sawit juga merupakan sektor paling tinggi nilainya ditingkat diperolehan petani.

“Kalau kita lihat daftar statistik nilai perolehan petani disektor padi hanya maksimal 96%, di sektor palawija bisa 97%, sektor paling tinggi tingkat perolehan petaninya yaitu di perkebunan atau sawit 124%,” ungkap H. Sutarmidji.

Baca Juga  Unggul Selisih 12.012 Suara, Usman Sidik Ucapkan Termakasih pada Warga Halsel

Ia juga menyampaikan nilai karet mencapai 101% dan juga ada peningkatan harga pada karet dikarenakan pohon-pohon karet banyak ditebang.

“Karet mencapai 101%, ada peningkatan harga dikarenakan karet ketika malaysia, thailand, vietnam, kamboja, laos dan sebagainya menanam karet unggul, kita kebanyakan tebang karet, yang membuat harga anjlok sampai hari ini,” tuturnya.

Gubernur Kalbar juga menegaskan Peremajaan sawit dianggap sangat penting dan jangan membiarkan lahan perkebunan sawit diisi dengan pohon-pohon yang sudah lagi tidak menghasilkan.

“Sehingga peremajaan sawit ini penting, artinya jangan sampai ketika harga anjlok kita tidak mau melakukan peremajaan, tunggu harga naik baru mau melakukan peremajaan kapan mau dapatkan hasilnya, harusnya sudah terjadwal.

Baca Juga  Prajurit Satgas Yonif 645/Gty berhasil menggagalkan 6 orang WNI yang diduga PMI Non Prosedural di jalur tidak resmi Jagoi Babang Kab. Bengkayang Kalbar

Jangan biarkan lahan perkebunan sawit itu diisi dengan pohon-pohon sawit yang sudah lagi tidak menghasilkan karena peremajaannya yang lambat,” tegas Gubernur Kalbar.

Keputusan pemerintah untuk moratarium sangat bagus, dalam artian untuk menjaga tingkat kestabilan harga jangan sampai over produksi.

“Kalau over produksi, akhirnya konsumen pasti suka karena hukum yang berlaku jika pengiriman melebihi pasti harga anjlok,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Prov. Kalbar, Kepala Dinas Perkebunan Kalbar beserta Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar.

Hasnan Sutanto
–

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

POLRES BATANG GELAR OPRASI GABUNGAN YUSTISI PENANGGULANGAN COVID – 19

Berita

Awal Tahun 2022, Kodim 1208/Sambas Menggelar Upacara 17an

Berita

Analis Kebencanaan BPBD Kapuas Hulu Hadiri Sosialisasi Peraturan Bupati Tentang Produk Hukum Daerah

Berita

Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Salo Apresiasi Seleksi Bakal Calon Kades

Berita

Hasil Liga Spanyol, Barcelona Menang Telak di Kandang Real Betis

Berita

DR. Harisson Laksanakan Sidak Lansung RSUD DR Soedarso Untuk Optimalisasi Pelayanan Publik

Berita

Komandan Kodim 1208/Sambas Mengikuti Acara Pesan Kunci Vaksin Covid-19 Untuk Masayrakat.

Berita

Anggota Polsek Meliau Laksanakan Patroli Dialogis