Viewer: 753
0 0

Home / Berita

Sabtu, 5 Desember 2020 - 18:37 WIB

Satu Alat Berat Excavator Beserta Operator Jatuh Ke Dasar Sungai Batangtoru

Viewer: 754
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

Tapsel, Kompas Nasional – Satu alat berat jenis excavator beserta operatornya, Afwan Ritonga (38), jatuh dari tebing setinggi 200 meter ke dasar Sungai Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jum’at (4/12) sekira pukul 15:30. Korban yang bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) itu belum ditemukan. Saat ini tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Perusahaan dan Masyarakat masih melakukan pencarian, hingga sampai saat ini korban masih belum ditemukan, Sabtu (5/12/2020.

Firman Taufick, Communications and External Affairs Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) atau pengelola PLTA Batangtoru menyebut, sesuai peraturan Perusahaan, pihaknya bertanggungjawab penuh atas kejadian ini, Sebut Firman. 

Baca Juga  TP PKK Sidempuan Bagi 500 Paket Takjil Gratis

Dijelaskannya, perbukitan di lokasi yang masuk wilayah Kelurahan Wek I, Kec. Batangtoru itu mengalami longsor pada Kamis (3/12) malam. Jalan dan paret tertutup material longsor, sehingga alat berat dan kendaraan tidak bisa pulang ke barak. 

Pada Jum’at (4/12), Afwan Ritonga membersihkan material longsor dengan memakai excavator. Namun naas terjadi sekira pukul 15:30. Ketika bekerja di bawah guyuran hujan deras di titik R26, longsor besar terjadi, Excavator beserta operator terdorong dan jatuh ke jurang sedalam 200 meter, hingga akhirnya terhenti di dasar Sungai Batangtoru, Jelas Firman. 

Lanjutnya lagi, mendengar kabar ini, pihak kontraktor menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel dan sebagian karyawan menuju lokasi. Dengan memakai tali tambang, beberapa orang turun dari atas tebing ke sungai, guna melakukan pencarian korban Afwan Ritonga. 

Baca Juga  4 Hari Hanyut Di Sungai Jasad Dafitri Ditemukan Sejauh 5 Km Tersangkut Ranting Pohon

Kondisi hujan deras membuat upaya pencarian terkendala. Bahkan sampai mengupayakan pencarian dengan memakai drone. Karena sudah malam, atas arahan BPBD, pencarian dihentikan dan dilanjutkan Sabtu (5/12). 

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti TNI dan Polri. Sampai kini belum ada kabar penemuan korban yang diduga hanyut terseret derasnya air sungai,” Ujar Firman. 

Diungkapkannya, saat ini pihaknya juga sedang melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan yang pertama kalinya terjadi sepanjang proses pembangunan PLTA Batangtoru, Ungkap Firman. (K Ikhfan) 

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bantuan Cadangan Pangan PPKM Dari Presiden RI dan Gubernur Kalimantan barat yang di serahkan secara Simbolis oleh Bupati Melawi*

Berita

Update Covid-19 di Kabupaten Samosir 24 Agustus 2021, Tambah 10 Kasus, Sembuh 3 Kasus, Kasus Aktif 233

Berita

Pangdam XII/Tpr Bersama Gubernur Tinjau Vaksinasi di Istana Kadariah

Berita

Melayu Betanjak Kota Pontianak Gelar Acara Buka Bersama

Berita

200 Siswa SPN Polda Kalbar diserahkan ke Polresta Pontianak Untuk Ikuti Latja

Berita

WAKIL BUPATI HUMBAHAS KUNJUNGI KELUARGA KORBAN PUTING BELIUNG

Berita

Pelaku Jambret Diringkus Tim Opsnal Polres Melawi Saat Melakukan Aksinya*

Berita

Gubernur Kalbar Terima Audiensi Wakil Bupati Ketapang