Viewer: 705
0 0

Home / Politik

Sabtu, 5 Desember 2020 - 14:45 WIB

Calon Gubernur Sumbar dari Demokrat Jadi Tersangka Pilkada 2020

Viewer: 706
0 0
Terakhir Dibaca:47 Detik

Kompasnasional l CALON Gubernur Sumatra Barat, Mulyadi, ditetapkan Bareskrim Polri sebagai tersangka terkait kampanye di luar jadwal. Mulyadi yang diusung Partai Demokrat ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (4/12).Mulyadi pun terjerat dalam tindak pidana pemilihan. “Kaitannya kampanye di luar jadwal kampanye,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Jayadi kepada Media Indonesia, Sabtu (5/12). Andi menjelaskan, Mulyadi sejatinya baru diperiksa sebagai saksi oleh penyidik setelah panggilan kedua. “Pada saat selesai pemeriksaan, kan dikoreksi tuh. Besoknya dilanjutkan, ternyata besoknya ia tidak datang-datang,” ungkap Andi. Menurut Andi, penetapan Mulyadi sebagai tersangka telah menggugurkan dirinya sebagai calon. “Karena ini tindak pidana pilihan,” tegasnya.Andi mengaku telah memeriksa saksi, ahli dan alat bukti lain. “Rencana dipanggil kembali untuk pemeriksaan di Bareskrim sebagai tersangka pada Senin (7/12),” pungkasnya.Mulyadi dipersangkakan terkait tindak pidana pemilihan yaitu kampanye di luar jadwal sesuai dengan Pasal 187 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2020. (MI/Red)

Baca Juga  Strategi PPP Menangkan Duet Ganjar dan Gus Yasin
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

BW Sebut Brutalitas Demokratik Terjadi Era Jokowi, Ngabalin: Geli dan JijikBW Sebut Brutalitas Demokratik Terjadi Era Jokowi, Ngabalin: Geli dan Jijik

Politik

Hamzah Haz Khawatir PPP Hilang di Pemilu 2024

Berita

Menteri PAN-RB: Seluruh PNS Dibolehkan Kerja dari Rumah

Politik

Jokowi: Demi 267 Juta Rakyat, Saya Bisa Reshuffle

Politik

Pakar Sebut Debat Gibran-Teguh Melawan Bagyo-FX Suparjo Bagaikan Bumi dan Langit

Politik

Cabup Dadang Janjikan Rp100 Miliar per Tahun untuk Guru Ngaji

Politik

SBY dan Masyarakat Sumbar Bela Cagub Mulyadi

Politik

Harapan politisi senior Partai Demokrat terkait figur kepemimpinan partai