Kompasnasional | Kondisi pandemi membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia untuk hidup sehat. Salah satu caranya dengan rajin berolahraga.
Bersepeda menjadi salah satu olahraga yang sedang digandrungi saat ini. Dibandingkan sebelum pandemi, kini aktivitas masyarakat bersepeda khususnya di Jakarta meningkat berkali lipat.
“Animo masyarakat persebaran luar biasa tinggi di Jalan Sudirman-Thamrin itu diukur oleh teman-teman di Dinas Perhubungan lompatannya tinggi sekali sampai 10 kali lipat,” kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, beberapa waktu lalu.
Sebagai bentuk dukungan, Anies kemudian menyediakan sejumlah fasilitas pendukung untuk pesepeda di Jakarta. Seperti menginstruksikan gedung-gedung memiliki tempat parkir dan jalur khusus sepeda.
Hal positif ini, kata Anies, harus dipertahankan bahkan bila nanti pandemi sudah berakhir. Sebab dengan bersepeda, warga membantu mengurangi polisi udara dan ketergantungan pada kendaraan pribadi seperti mobil dan motor.
“Kami sedang memikirkan untuk menerapkan kebijakan itu pasca pandemi, sehingga masyarakat bisa meneruskan kebiasaan bersepeda ini, karena bagaimanapun sepeda adalah moda transportasi yang sehat bebas polusi aman dan bila itu jadi kebiasaan bersama akan baik untuk kota ini,” janji Anies.
Apalagi sampai data Oktober ini, data pengguna sepeda di Jakarta terus naik tajam.
“Volume lalu lintas sepeda rata-rata volume sepeda per hari mengalami peningkatan sebesar 211,70 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB II,” ucap Kadishub DKI, Syafrin Liputo.
Sebagai langkah menghindari incaran begal, sejumlah hal juga perlu dilakukan para pesepeda. Sebaiknya bersepeda dilakukan dengan sejumlah rekan alias tidak sendirian.
“Usahakan jangan bersepeda seorang diri, jangan bawa barang berharga kalaupun harus dibawa tempatkan di tempat yang aman,” ujar Kombes Yusri.Selain itu, pesepeda diminta menghindari jalan yang dirasa sepi dan rawan kejahatan. Dan tentunya, tidak membawa barang berharga. Andai kata dibawa jangan disimpan di kantong atau dikeluarkan saat aktivitas gowes.
“Jadi pelaku melakukan tindak pidana ini incar kalau pesepeda ini sendirian. Maka kalau bisa bersama-bersama minimal berdua sehingga ada saling jaga,” ditambahkan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono.
“Walau sepeda kita tetap tidak melarang masyarakat berolahraga. Tapi tetap waspada,” imbau dia.(MC/Red)








