Viewer: 833
0 0

Home / Berita

Kamis, 22 Oktober 2020 - 21:44 WIB

Makan Mi yang Disimpan Selama 1 Tahun, 9 Anggota Keluarga Meninggal Dunia

Viewer: 834
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 17 Detik

Kompasnasional | Beijing – Setidaknya sembilan anggota keluarga di China meninggal, setelah mereka memakan mi buatan sendiri yang disimpan dalam freezer selama satu tahun.

Mi itu dilaporkan mengandung tepung jagung terfermentasi, sehingga meracuni satu keluarga tersebut dengan senyawa asam bongkrek.

Semua berawal ketika keluarga yang berlokasi di Jixi, Provinsi Heilongjiang, memakan hidangan China yang disebut Suantangzi, pada 5 Oktober.

Tujuh orang dewasa yang memakan makanan tradisional itu jatuh sakit dan kemudian meninggal lima hari kemudian, dilaporkan Daily Mirror Selasa (20/10/2020).

Kemudian dua orang lainnya, dengan salah satunya diidentifikasi bernama Li, mengembuskan napas terakhir pada Senin, seperti dikutip Daily Star (19/10/2020).

Baca Juga  Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gty Dampingi Siswa Staff Defense College Malaysia di Titik Nol Patok/Pilar Batas Perbatasan RI-Malaysia

Untungnya, tiga anak di keluarga tersebut selamat setelah menolak memakan mi itu, karena mereka mengaku rasanya tidak enak.

Gao Fei, direktur keselamatan makanan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Heilongjiang menyatakan, racun karena asam bongkrek sangatlah fatal.

Dia menerangkannya racunnya sudah menginfeksi beberapa jam setelahnya, di mana penderita bisa mengalami sakit perut hingga berkeringat.

“Racun itu bisa menyebabkan kerusakan serius pada organ manusia seperti hati, ginjal, jantung, dan otak,” kata Gao kepada China News Service.

Baca Juga  Monitor Wilayah Serda Paengno Tinjau Langsung Pembangunan Jalan Paralel

Gao menjelaskan saat ini, tidak ada penawar racun untuk asam bongkrek. Begitu terpapar, dia menyebut tingkat kematiannya antara 40-100 persen.

Dia menerangkan asam bongkrek, yang diproduksi dari kelapa difermentasi, bahkan tahan ketika dipanaskan dalam suhu tinggi.

Bongkrek, yang biasanya dipergunakan sebagai bahan baku tempe bongkrek, dilarang di Indonesia karena bertanggung jawab atas banyak kematian.

Antara 1951 sampai 1975, setiap tahun di Indonesia tercatat terdapat 288 kasus keracunan dan 34 korban meninggal akibat tempe bongkrek. (KC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

POSITIF C-19, BUPATI TOBA ABSEN DI BERBAGAI KEGIATAN PEMKAB

Berita

Cegah Arus Mudik, Operasi Ketupat Kapuas 2021 Terjunkan 883 Personel Gabungan

Berita

Walikota Psp Irup Peringati Hari Pahlawan Nasional 2020

Berita

Agar Lebih Mudah dan Cepat, Satgas Yonif 407 Bantu Warga Perbatasan Panen Padi*

Berita

Walikota P.Sidimpuan Ikuti Rakornas TPAKD Tigkat Nasional Secara Virtual

Berita

Kapolsek Kota Baru Pimpin Kegiatan Membersihkan Rumah Ibadah, Peringatan 1 Muharram 1444 H

Berita

Fakta Penerimaan CPNS 2018, Perhatikan Nomor 1 dan 4

Berita

Kabupaten Kampar Pecahkan Rekor MURI Ambulance Terbanyak Se- Indonesia