Viewer: 1208
3 0

Home / Berita

Senin, 17 Agustus 2020 - 18:26 WIB

Merdekakan Laut Indonesia Dari Ancaman Sampah Plastik

Viewer: 1209
3 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 36 Detik

Indonesia adalah negara dengan 2/3 luas wilayahnya berupa laut, bahkan sebagian besar kebutuhan rakyat Indoensia di-support oleh sumberdaya hayati maupun non-hayati yang berasal dari laut.

Laut menjadi salah satu tumpuan hidup bagi rakyat Indonesia, sehingga
“kesehatan” laut sudah selayaknya menjadi perhatian serius segenap rakyak Indonesia. Ketika kondisi laut “sehat”, maka laut dengan seluruh potensi besar di dalamnya dapat memberikan manfaat yang tak terhingga. Berbeda kondisinya jika laut dalam keadaan “sakit”, jangankan manfaat yang diperoleh malah bencana yang setiap saat akan dihadapi tanpa diduga-duga datangnya.

Coba lah sisihkan waktu sejenak untuk mengunjungi laut, seringkah Anda menjumpai plastik mengambang di laut atau terdampar di sepanjang pantai putih nan indah? Sampah plastik, salah satu “penyakit” kronis yang mampu menggerogoti kesehatan laut.

Isu ancaman sampah plastik di laut sebetunya sudah menjadi perhatian dunia sejak lama bahkan perhatian dunia internasional terhadap marine plastic debris akhir-akhir ini meningkat seiring dengan bencana ekologis yang mulai dirasakan. Plastik merupakan bahan organik yang mempunyai kemampuan mudah dirubah ke berbagai bentuk, apabila terpapar panas dan tekanan.

Baca Juga  PAD Samosir Menurun, Objek Wisata Aeknatonang ditutup, Pembangunan di Kampung Orangtua Bupati marak

Plastik dapat berbentuk batangan, lembaran, atau blok, bila dalam bentuk produk dapat berupa botol, pembungkus makanan, pipa, peralatan makan, dan lain-lain. Sampah plastik dapat terurai menjadi sampah mikro-plastik, kondisi ini tidak saja mengancam ekosistem dan biota laut, tetapi juga berpotensi menyebabkan tercemarnya rantai makanan oleh mikro-plastik yang dalam kondisi tertentu mengikat bahan berbahaya.

Sampah plastik yang tersangkut di perakaran mangrove mampu mengganggu fungsi ekosistem mangrove dan menyebabkan kematian bibit mangrove. Selain itu, sampah yang menutupi ekosistem terumbu karang dapat meningkatkan toksisitas perairan dan menyebabkan patahnya koral.
Sampah juga dapat menjerat atau termakan oleh biota laut.

Plastik dapat terfragmentasi menjadi ukuran kecil yang memungkinkannya terkonsumsi oleh biota laut, bahkan oleh invetebrata ukuran kecil sekalipun. Mengkonsumsi plastik dapat menyebabkan biota laut mengalami gangguan metabolisme, iritasi sistem pencernaan, hingga menyebabkan kematian. Selain itu, sifatnya yang persisten memungkinkan kandungan plastik yang berada lama di dalam tubuh biota laut pindah ke manusia melalui skema rantai makanan.

Lebih luas lagi, sampah plastik di laut pada akhirnya menimbulkan kerugian ekonomi di bidang perikanan, transportasi laut, pariwisata, kesehatan, perhotelan dan masih banyak lagi. Hal ini tentunya berdampak besar bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang sangat bergantung pada keberadaan laut dan hasil laut itu sendiri.

Baca Juga  Wawako P.Sidimpuan Resmikan Gedung KPP di Desa Aek Tuhul

Dengan semangat memperingati hari kemerdekaan ke-75 tahun Republik Indonesia ini, sudah sepatutnya seluruh komponen rakyat Indonesia turut berkontribusi untuk “memerdekakan” laut Indonesia dari sampah plastik. Cara sederhana yang dapat dilakukan setiap individu adalah dengan selalu membuang sampah pada tempatnya, turut melakukan aksi bersih pantai secara rutin dan menerapkan pola 3R yaitu Reuse (menggunakan kembali plastik yang telah dipakai), Reduce (mengurangi jumlah penggunaan plastik) dan Recycle (mendaur ulang plastik).

Kegiatan sederhana tersebut jika dilakukan konsisten oleh setiap individu dan diterapkan secara masif, tentu dapat menjadi bentuk “perjuangan” demi memerdekakan laut Indonesia dari ancaman sampah plastik. Mari saatnya merubah narasi menjadi aksi dan sedikit bicara menjadi banyak bekerja. Yakin dan percaya siapa saja bisa melakukannya. Ayo! Merdekakan Laut Indonesia dari Ancaman Sampah Plastik.

Teguh Heriyanto, S.Pi., M.Si
Dosen Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Eksklusif, Wawancara Irjen Napoleon Bonaparte: (Saya Ditahan) untuk Menutupi Suatu Perbuatan Pidana (Lain)

Berita

BPBD Kapuas Hulu Turut Ikut Gotong Royong Bersihkan Gor Uncak Kapuas

Berita

Crosser Kab.Sintang Boyong Tropi dan Hadiah Graastrack Championship 2022 Sirkuit Opu Daeng Manambon Mempawah

Berita

Bangun Hubungan dengan Komponen Masyarakat, Pangdam XII/Tpr Audiensi Bersama BPW-KKSS Kalbar

Berita

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Mekanis 643/Wns Bantu Proses Pemakaman Warga.

Berita

Pengedar Narkotika Jenis Sabu Kembali di Tangkap Satresnarkoba Polres Melawi Saat Operasi Pekat*

Berita

Update Covid-19 di Kabupaten Samosir 19 Agustus 2021, Tambah 5 Kasus, Sembuh 12 Kasus, Kasus Aktif 238

Berita

Cegah Covid-19, Babinsa Kawal Penyemprotan Disinfektan Di Tempat Ibadah.