Viewer: 775
0 0

Home / Kesehatan

Kamis, 30 Juli 2020 - 13:18 WIB

Covid-19 di Jakarta Mengkhawatirkan, Ferdinand: Hasil Kerja Senyap Anies Baswedan

Viewer: 776
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

Kompasnasional | Grafik penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta semakin mengkhawatirkan. Kategori zona merah hampir merata di tiap wilayah kota berjuluk metropolitan itu. Kenyataan ini yang kemudian membuat Ferdinand Hutahaean berang.

Politisi Partai Demokrat itu menyayangkan kinerja Gubernur Anies Baswedan yang dinilai sangat lamban dalam penanganan Covid-19 di ibukota.

Jika dilihat grafik hari ini, Rabu (29/7/2020) penambahan kasus positif Covid-19 di DKI sebanyak 584 kasus. Jika ditotal dengan kasus positif kemarin yang mencatatkan 19.886 kasus, maka jumlah kasus positif di Jakarta per hari ini telah menembus angka 20.470 kasus.

Angka ini, menurut Ferdinand merupakan hasil kerja senyap dan sunyi Anies Baswedan sehingga Jakarta merah semua.

Baca Juga  Jelang Idul Adha, Fitriani Manurung Ajak Warga Kota Medan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

“Hasil kerja senyap dan sunyi!! Pembelaan diri nanti bilang bahwa Jakarta sedang meningkatkan pengujian / test kepada masyarakat. Semakin ditingkatkan test semakin banyak positif ditemukan,” ujar Ferdinand di laman Twitter pribadinya @FerdinandHaean3, Rabu (29/7/2020).

Ia menilai peningkatan kasus di Jakarta yang begitu signifikan bukanlah sebuah prestasi pejabatnya yang patut dibanggakan.

“Itu bukan prestasi Nies, tapi bukti di Jakarta banyak yang positif akibat kinerjamu cuma retorika,” ketusnya lagi.

Ferdinand pun mengingatkan masyarakat khususnya di Jakarta untuk sadar diri menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Imbauan ini sebagai bentuk antipatinya terhadap kinerja buruk sang gubernur

“Tetap jaga kesehatan selalu kawan-kawan, jaga immunitas tubuh, jauhi kerumunan, gunakan masker..!! Gubernur Jakarta sedang sunyi senyap, jadi jangan berharap ada kinerja positif menekan penularan covid..!!” pungkas Ferdinand.

Baca Juga  Delapan Fakta Mengejutkan Soal Menstruasi

Sebelumnya, Anies beralasan tingginya jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta lantaran pemerintah terus mencari orang-orang yang terpapar.

“Kenapa di Jakarta jumlahnya tinggi? Karena Jakarta mengambil strategi mencari orang-orang yang terpapar, lalu diisolasi, lalu diputus mata rantainya,” tegas mantan Mendikbud itu.

Anies mengklaim dalam sepekan terakhir, Jakarta telah melakukan tes terhadap sekitar 43 ribu orang dengan kapasitas tes di Jakarta minimal 10 ribu orang per minggu. (F/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Mulai Hari Ini ! Pemerintah Mewajibkan kepada seluruh warga Indonesia untuk mengenakan masker saat akan keluar rumah

Berita

Mulai Hari Ini ! Pemerintah Mewajibkan kepada seluruh warga Indonesia untuk mengenakan masker saat akan keluar rumah

Kesehatan

Pakai Face Shield Tanpa Masker, Dokter: Itu Hanya Berikan Perlindungan Palsu, Sama Sekali Tak Berguna!

Kesehatan

Turunkan Berat Badan Dengan Daun Salam Dan Kayu Manis
Bisnis Vaksin Palsu Tebongkar dari Kasus Kematian Bayi-kompasnasional

Arsip

Bisnis Vaksin Palsu Tebongkar dari Kasus Kematian Bayi

Daerah

Kades Sipungguk bersama Perangkat Desa Giatkan Gotong Royong Jumat Bersih
FOto Ilustrasi vaksinasi

Berita

Jadwal dan Lokasi Vaksinasi COVID-19 di Medan Pekan Ini, Januari 2023

Kesehatan

Ini 6 tempat dengan risiko tinggi penularan virus corona menurut WHO

Daerah

Kacau, Alat Rapid Test China Bikin Orang Negatif Jadi Positif Corona