Jakarta | Pengurus DPP Ormas Indonesia Bersatu membidangi Pendidikan Leorisma Sihotang MPd meyakini pernyataan Rizal Ramli (RR) tentang tentara berpangkat Letnan Kolonel TNI Angkatan Darat mendatangi RR memberitahukan bahwa paslon 02 PS,sudah menang adalah pernyataan bohong.
“Saya yakin kicauan RR itu adalah kebohongan besar. Soalnya, twitan RR tersebut tidak berdasar karena TNI AD tidak memiliki tugas dan kewenangan untuk mendata hasil Pemilu 2019. Personel TNI ditugaskan hanya membantu pengamanan pemungutan suara dan tidak diperkenankan masuk kedalam TPS, jikalau personel TNI masuk kedalam TPS,maka itu karena permintaan penyelenggara Pemilu setempat maupun unsure kepolisian,” kata Leorisma Sihotang MPd, Kamis (9/5/2019) di Jakarta.
Akibatnya, menurut Risma, kebohongan yang tidak dapat di pertanggungjawabkan tersebut telah menimbulkan kegaduhan ditengah-tengah masyarakat.
“Tokoh Besar bangsa ini mestinya memberikan edukasi yang benar kepada rakyat. Bukan sebaliknya, karena kepentingan pribadi malah mengorbankan kepentingan bangsa dan Negara. Jikalau pernyataan RR ini diusut, maka ujung-ujungnya akan memperbesar kebohongan saja, karena kebohongan yang satu jikalau diteruskan akan melahirkan kebohongan lanjutan,” tandasnya.
Disinggung tentang pernyataan lain RR menyebutkan bahwa perjuangannya(RR)selama ini tidak berorientasi kepada jabatan di pemerintahan bahkan beberapa kali menolak posisi empuk dalam pemerintahan, menurut Risma, stetmen itu pertanda RR mulai menyadari kesalahannya sehingga berusaha membuat pembelaan diri.
“Inikan tidak ada korelasinya. Jikalau pernyataan RR tersebut benar, mestinya RR menyebutkan identitas Letkol TNI AD tersebut, setidak-tidaknya menyebutkan identitas saksi yang ikut mendengarkan Letkol TNI AD benar menyampaikan pernyataannya. Hal itu penting sebagai bukti bagi RR tidak berbohong. Untuk apa juga RR mengatakan perjuangannya tidak berorientasi pada jabatan di pemerintahan dan menolak posisi empuk? Jangan-jangan RR sengaja membuat pernyataan bohong akibat sakit hati jabatannya sebagai Menteri diganti Presiden Jokowi,” ulas Risma.
Diyakini oleh Risma, kicauan Pakar Ekonom RR tentang tentara berpangkat Letnan Kolonel TNI Angkatan Darat bahwa Paslon 02 PS sudah menang, yang diunggah di Twitter pribadinya adalah kebohongan yang tidak dapat di pertanggungjawabkan dan terkesan memecahbelah keutuhan bangsa.
Selain dapat memicu konflik ditengah-tengah masyarakat, RR juga diduga punya rencana lain dibalik kicauan yang diunggahnya tersebut.
Menurutnya, seorang Tokoh Nasional berani membuat kicauan hoaks dan pencemaran nama baik institusi TNI AD, tentu mengandung ‘rencana besar’.
“Seorang Tokoh Bangsa berani menyampaikan informasi bohong kepada rakyat, selain tidak mendidik patut diduga juga punya rencana besar ingin merongrong keutuhan Negara ini,” pungkasnya.
Karena itu, Risma meminta RR kembali kejalan yang benar dan menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Indonesia dan instistusi TNI AD.
“Karena seseorang yang menyadari kesalahannya dan mengakui khilaf lebih mulia ketimbang sok benar dan akhirnya merugikan diri sendiri seperti yang dialami oleh Ratna Sarumpaet,” timpalnya.
Sebelumnya, mantan Menko Maritim Rizal Ramli salah satu tokoh pendukung capres cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Minggu (5/5/2019) sore mengunggah cuitannya. “Barusan belanja buah di supermaket. Didatangi ibu2 dan bapak yg saya tidak kenal. Ibu2 katakan, “Pak Ramli harus bicara lebih keras, ini sudah ndak benar! Kemudian datang seorang LetKol AD, “Pak ini sudah kebangetan, laporan2 Babinsa PS sudah menang. Bahkan di complex Paspamres!” (anggri/sp/red).




