Home / Berita

Rabu, 12 Desember 2018 - 11:38 WIB

Presiden Jokowi: Banyak yang Ketakutan dengan Kebijakan Satu Peta

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam Peluncuran Geoportal Kebijakan Satu Peta dan Buku Kemajuan Infrastruktur Nasional Tahun 2018, di Jakarta, Selasa (11/12/2018). Presiden Joko Widodo mengharapkan kebijakan satu peta tersebut dapat menyelesaikan permasalahan tumpang tindih lahan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama.(Aprillio Akbar)

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam Peluncuran Geoportal Kebijakan Satu Peta dan Buku Kemajuan Infrastruktur Nasional Tahun 2018, di Jakarta, Selasa (11/12/2018). Presiden Joko Widodo mengharapkan kebijakan satu peta tersebut dapat menyelesaikan permasalahan tumpang tindih lahan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama.(Aprillio Akbar)

Viewer: 593
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik
KOMPASNASIONAL— Presiden Joko Widodo menyebut, banyak pihak yang merasa khawatir dengan kebijakan Satu Peta yang akhirnya diresmikan pemerintah.
“Inilah kenapa bertahun-tahun kebijakan satu peta ini tidak terealisasi. Sebab, banyak kepentingan, banyak ketakutan, dan kekhawatiran dari yang khawatir,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan kebijakan Satu Peta di Jakarta, Selasa (11/12/2018).
Jokowi menjelaskan, kebijakan satu peta ini akan membuat pembangunan nasional lebih terencana. Di samping itu, secara detail akan diketahui pula siapa saja pemilik-pemilik lahan atau konsesi yang ada di Indonesia.
“Misalnya, ini misalnya, Ibu Sri Mulyani memiliki tanah di mana, ketahuan semuanya. Pak Ketua DPR punya konsensi di mana saja, ketahuan semuanya,” kata Jokowi.
“Lama-lama akan kelihatan semuanya nanti. Tapi, yang bisa buka hanya saya,” tambah mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam Peluncuran Geoportal Kebijakan Satu Peta dan Buku Kemajuan Infrastruktur Nasional Tahun 2018, di Jakarta, Selasa (11/12/2018). Presiden Joko Widodo mengharapkan kebijakan satu peta tersebut dapat menyelesaikan permasalahan tumpang tindih lahan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama.(Aprillio Akbar)

Menurut Jokowi, salah satu masalah yang menonjol di Indonesia adalah tumpang-tindih pemanfaatan lahan. Masalah ini sangat ia rasakan saat memantau pembangunan proyek-proyek infrastruktur selama empat tahun terakhir.
“Saya semakin sadar negara kita terlalu banyak tumpang-tindih pemanfaatan lahan, di mana-mana urusannya itu. Dengan one map policy ini kami harapkan tumpang-tindih ini bisa selesai,” katanya.
Ia mencontohkan, di Pulau Kalimantan saja dari luas lahan 19,3 persen mengalami tumpang-tindih pemanfaatan. Belum lagi urusan perbatasan antardesa atau kecamatan.
Oleh karena itu, Jokowi menilai kebijakan satu peta ini sangat penting untuk persoalan tumpang-tindih pemanfaatan lahan.(Kompascom/AW)
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Pangdam XII/Tpr Lepas Pelaku Latihan YTP Yonif Raider 641/Bru ke Puslatpur Baturaja

Share :

Baca Juga

Berita

Batih Tuud Selakau Hadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah Badan Pemusyawaratan Desa (BPD)

Berita

KPU Gelar Coklit Serentak Hari Ini

Berita

Babinsa Koramil 12/SD Kodim 0207/Simalungun Lakukan Pemadaman Api Karhutla Sipiso Piso
Ket Gbr. Personil Polres Tapsel ketika menyampaikan bantuan beras dan indomie kepada warga terdampak Covid-19 sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat.

Berita

Polres Tapsel Salurkan Bantuan Beras Kepada Warga Terdampak Covid-19

Berita

Polsek Meliau Berhasil Ciduk Pelaku Curat

Berita

Tim Saroha Partihaman Juara l Pada Final Open Turnamen RKVC Cup Psp Tahun 2021

Berita

Sijago Merah Hanguskan 12 Ruko Dan Menelan 1 Korban Jiwa.

Berita

Babinsa Temajuk Bantu Warga Binaan Rawat Tanaman Buah Naga Tingkatkan Ketahanan Pangan