Home / Berita / Nasional

Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:30 WIB

TKN: Infrastruktur yang Dibangun Jokowi Bisa Dirasakan 10 Tahun Kemudian

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Rosan Perkasa Roeslani (Liputan6.com/Ratu Annissa)

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Rosan Perkasa Roeslani (Liputan6.com/Ratu Annissa)

Viewer: 597
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 40 Detik

Kompasnasional.com, Jakarta-Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan dampak dari proyek infrastruktur di Indonesia tidaklah instan. Manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu 10 sampai 15 tahun kemudian dan berjangka panjang.

Hal inilah, menurut Rosan, Presiden Jokowi tidak hanya mementingkan diri sendiri untuk mendapat dukungan di Pilpres 2019.

“Karena kalau mau hanya memikirkan kepentingan sendiri, ya paling gampang bangunnya di Jawa semua, itu votingan votersnya paling banyak di Jawa,” ujar Rosan di Jakarta, Senin 15 Oktober 2018.

Roslam mengatakan pada kenyataannya, Jokowi tidak hanya membangun infrastruktur di Jawa, namun di seluruh Indonesia. Misalnya seperti di Papua yang penduduknya hanya 4 juta orang.

Hal ini dilihatnya sebagai langkah benar yang memang harus dilakukan. Pembangunan infrastruktur terus-menerus harus dilakukan karena Indonesia sudah tertinggal jauh.

Rosan mengatakan, sudah diprediksi bahwa pariwisata akan menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia pada jangka 4 sampai 5 tahun ke depan.

“Jadi memang sudah sangat benar fokus pemerintah pariwisata dengan membangun infrastrukturnya yang saling menghubungkan antar kepulauan maupun antarkota di Indonesia,” jelasnya.

Sementara masalah terbesar dalam usaha pembangunan pariwisata ada pada pembangunan konektivitas.

“Nah sama saja seperti kita mau bikin yang kita laksanakan 10 new bali, 10 new tourist destination ya kan sekarang sudah dilakukan pemerintah. Nah untuk orang datang ke situ kan perlu ada konektivitinya, yang musti dibangun jalannya, musti dibangun (akses) airnya, electricity-nya,” ia menjelaskan.

Kalah dalam Pariwisata

Ia menyayangkan pariwisata Indonesia kalah dengan beberapa negara Asean lainnya, yaitu dengan angka kurang lebih 15 juta orang. Ini dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 30 juta orang, dan Thailand 35 juta orang.

“Padahal, setiap 1 juta pariwisata itu bisa menciptakan satu miliar dolar. Oleh sebab itu, dan belum lagi dampak dari penyerapan tenaga kerjanya, ini dampaknya ke pariwisata hotel, culinary, kemudian industri kreatif, kemudian transportasi itu sangat banyak,” ia menyatakan.

Rosan juga menyebutkan bahwa korupsi menjadi penyebab ekonomi Indonesia tidak bergerak secepat yang diharapkan. Ia berharap bahwa pada tahun 2045 mendatang, yaitu tepat 100 tahun Indonesia, negara ini sudah bisa menjadi negara yang maju. (Liputan6com/Aw)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Baca Juga  Komisi III DPR Bakal Buat Panja Reformasi, Kejagung Terbuka Terima Kritik

Share :

Baca Juga

Berita

Polda Kalbar Anjangsana ke Purnawirawan Polri dan Anggota Polri Yang Sakit

Arsip

Jessica Didatangi Krishna Murti di Sel, Disuruh Mengaku Bunuh Mirna

Berita

Kades Tri Gadu Dan warga Mendatangi Dinas PU-PR Sambas Pertanyakan Janji Kadis

Berita

Penyuluhan Pertanian Marupakan Sasaran Non Fisik Program TMMD Imbangan Ke-112 Kodim Sambas.

Berita

Tindaklanjuti Instruksi Presiden Jokowi, Kapolri: Seluruh Personel Tanamkan Nilai Tribrata dan Catur Prasetya

Berita

Bupati Tapanuli Utara Serahkan Bantuan 800 Juta untuk Pembangunan/Rehab 71 Tempat Ibadah

Nasional

Menkes Ibaratkan Melawan Covid-19 seperti Perang: Butuh Kemampuan Intelijen

Berita

Dalam Uji Coba, Warga Samosir Tetap Waspada dan Terjaga