Home / Berita / Ekonomi / Internasional / Reviews

Senin, 22 Januari 2018 - 16:06 WIB

Pemulangan Ratusan Ribu Pengungsi Rohingya Dipastikan Tertunda

Viewer: 604
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

KompasNasional.com, DHAKA – Proses pemulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya dari kamp di Bangladesh ke Myanmar dipastikan tertunda. Sehari menjelang waktu pemulangan yang dijadwalkan mulai Selasa (23/1/2018), persiapan belum selesai dilakukan.

Pejabat Bangladesh beralasan, adalah pekerjaan besar dalam mempersiapkan pusat transit dan juga melakukan verifikasi daftar para pengungsi yang akan kembali.

“Kami belum menyelesaikan segala persiapan yang diperlukan untuk mengirim kembali para pengungsi pada esok hari. Masih banyak yang harus dilakukan,” kata Komisi Pemulangan dan Bantuan Pengungsi Bangladesh, Abul Kalam Azad pada Senin (22/1/2018).

Meski demikian, Azad tidak memberikan kepastian berapa lama penundaan akan berlangsung. Pihaknya belum mengetahui kapan pastinya proses pemulangan terhadap sekitar 750.000 pengungsi Rohingya bisa dimulai.

Baca Juga  Laporan Keuangan Unaudited Pemko Psp Tahun Anggaran 2020 Diserahterimakan Di Gedung BPK Perwakilan Provsu

Azad menambahkan, proses yang ketat harus dilakukan sebelum pemulangan bisa dilakukan. Tidak hanya menyelesaikan pembangunan pusat transit, daftar calon pengungsi yang akan dipulangkan masih diverifikasi oleh Myanmar.

Untuk lokasi pusat transit, telah ada dua lahan di dekat perbatasan yang disiapkan. Nantinya, para warga Rohingya akan ditempatkan di pusat transit sebelum benar-benar diserahkan kembali ke Myanmar.

“Tanpa menyelesaikan semua itu kami tidak bisa asal memulangkan para pengungsi. Saat ini persiapan masih terus dilakukan,” kata Azad.

Jika berjalan lancar, diharapkan proses pemulangan para pengungsi Rohingya dapat rampung dalam kurun waktu dua tahun.

Baca Juga  Jelang Ops Zebra Kapuas 2022, Personil Sat Lantas Polres Kapuas Hulu Gencar Lakukan Sosialisasi

Sementara dari kelompok hak asasi manusia dan juga PBB mengingatkan agar pemulangan warga Rohingya harus dilakukan atas dasar sukarela dan tanpa pemaksaan.

Para pengungsi sendiri telah memprotes prospek pemulangan, mengingat kekerasan dan kekejaman yang mereka terima di kampung halaman mereka di Rakhine.

Kekhawatiran juga muncul mengingat kondisi rumah dan kampung mereka yang telah dibakar habis para tentara Myanmar.

Namun Bangladesh terus berusaha meyakinkan masyarakat internasional dengan mengatakan operasi pemulangan akan tetap melibatkan badan pengungsi PBB.

[KC/TR]

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Hiraukan Prokes, Ribuan Warga Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Halaman RSUD Dr Djasamen Saragih Pematangsiantar

Berita

Diwakili Kadis Pariwisata, Plt Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Acara Pelantikan ASKI

Berita

Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Aman Babinsa Ramil 03/Tebas Kawal Pendistribusian.

Berita

Walikota Tinjau Langsung Tes Penerimaan P3K Formasi Guru Kota P.Sidimpuan

Berita

Dalam Rangka Memperingati Hari Kesaktian Pancasila Bupati Tapsel Lepas Tim Satgas Penegakan Displin Dan Prokes Covid-19
Tidur Nyenyak,Gadis 12 Tahun Tewas Termutilasi Macan-kompasnasional

Arsip

Tidur Nyenyak,Gadis 12 Tahun Tewas Termutilasi Macan

Berita

Berikan Pelayanan Kepada Masyarakat, Polsek Selimbau Kawal Penyaluran BLT-DD

Berita

Hermanto SH Resmi Daftarkan Diri Sebagai Calon Kades Sipungguk, Akan Bawak Perubahan Yang Lebih Baik