Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Ekonomi / Nasional / Reviews

Jumat, 25 Agustus 2017 - 18:00 WIB

ESDM kaji usulan BPH Migas beri Rp 1 triliun ke Pertamina

Viewer: 642
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 37 Detik

kompasnasional.com – Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial mengatakan pihaknya tengah mengkaji usulan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas untuk menyumbang dana sebesar Rp 1 triliun kepada PT Pertamina demi mendorong peningkatan program BBM satu harga.

“Baru wacana, masih dikaji dulu,” ungkapnya di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (25/8).

Lebih jauh, dia pun menjelaskan perlu adanya kajian agar kebijakan yang kemudian dikeluarkan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Masih kita evaluasi apakah diperbolehkan menurut peraturan perundang-undangan,” katanya.

Untuk diketahui, sebelumnya Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Fanshurullah Asa, mengatakan siap mendukung Pertamina untuk menyukseskan program bahan bakar minyak (BBM) satu harga. Salah satunya dengan cara menghibahkan dana BPH Migas senilai Rp 1 triliun.

Baca Juga  Beraninya Mendikbud Anies Membangkang Perintah Jokowi

Dana tersebut berasal dari iuran yang dibayarkan badan usaha yang bernaung di bawah BPH Migas. Iuran ini sebelumnya disetor sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Usulan ini dicetuskan BPH Migas dengan memperhatikan bahwa Pertamina cukup kesulitan secara aspek keuangan dalam menjalankan program BBM satu harga.

“BPH tawarkan satu solusi. BPH dapat iuran PNBP Rp 1,2 triliun per tahun. Itu BPH pakai lebih kurang Rp 200 miliar. Kami minta dan usulkan, kenapa tidak uang Rp 1 triliun (sisanya), untuk kita membantu Pertamina,” ungkapnya dalam konferensi pers ‘High Level Meeting’ BPH Migas dan Pertamina, di Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Jumat (18/8).

Baca Juga  Acara Pisah Sambut Kapolres Nias Selatan dari yang lama kepada yang baru dilaksanakan di rumah Dinas Bupati

Tawaran itu diajukan sebagai salah satu cara agar Pertamina tidak terlalu dibebankan secara finansial dalam eksekusi program BBM satu harga. “Jumlah daerah 3T itu ada 160 Kabupaten/kota. Ada sekitar 2000-an kecamatan. Di dalam 2.000 (kecamatan) ada 21.000 desa. Sementara Pertamina baru 50 sudah ngos-ngosan, sudah Rp 300 miliar menombok,” jelas dia.

Nantinya, menurut Fanshurullah, dana tersebut juga dapat digunakan untuk membangun infrastruktur pendukung. Diharapkan pula dapat meningkatkan jumlah daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) yang tersentuh program BBM satu harga.

“Buat infrastruktur dan termasuk depot, digunakan Pertamina supaya tidak merugi. Jadi bukan hanya 150 titik (target Pertamina),” ujarnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Luar Biasa Lagi Lagi, Pontianak 11 Kali Berturut-Turut Sandang WTP

Berita

Wabup Sujiwo Serahkan Bantuan untuk Pelaku Usaha Pariwisata dan Atlet Disabilitas

Berita

Dialog Interaktif Bersama RRI Pontianak Dengan Tema Sosialisasi Penerimaan Rekrutmen Proaktif Bintara Polri Tahun 2023

Berita

Personil Polres Melawi yang tergabung dalam UKL 1 melakukan Himbauan dan Pendisiplinan Prokes*

Berita

Viral! Foto Jadul Jokowi Jadi Panitia Seminar dengan Narasumber Sri Mulyani di Tengah Krismon 1998

Berita

Polres Melawi Terjunkan 120 Personel Dalam Rangka Pengamanan Sholat Tarawih di Masjid

Berita

Satu Warga Ternate Hilang Saat Memancing

Berita

Patroli Batas Negara, Satgas Yonif 407 Kembali Amankan Belasan Kayu Olahan*